Nicke Widyawati, '3 Tugas Utama Jadi Bos Baru Pertamina'

Nicke Widyawati, '3 Tugas Utama Jadi Bos Baru Pertamina'

Nicke Widyawati. (foto - ist)

Jakarta - Terhitung mulai Rabu ini,  PT Pertamina  (Persero)  resmi memiliki bos baru. Hal itu setelah diangkatnya Nicke Widyawati menjadi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
 
Jebolan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Master Hukum dan Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad) yang lahir di Tasikmalaya itu, memiliki fondasi karier yang kuat di BUMN. Sebelumnya, Nicke Widyawati  menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) merangkap Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di BUMN minyak dan gas (migas) itu.
 
Di luar Pertamina, Nicke pernah menjabat di PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1. Semasa ia menjabat sebagai Plt Dirut Pertamina, Nicke pun melakukan beberapa terobosan. antara lain mendorong penambahan produksi blok migas Rokan dan melakukan eksplorasi 7.000 titik baru.
 
Inovasi yang dilaksanakan di era Nicke sebagai pelaksana tugas, yakni keberadaan barcode pada Elpiji, untuk mengawasi penyebaran gas melon. Selain itu, ada juga gas Elpiji 3 kilogram berwarna pink.
 
Sebagai Direktur Utama Pertamina menurut Nicke Widyawati, sedikitnya ada tiga tugas utama yang segera dilakukan pasca ditunjuk sebagai bos Pertamina. Apalagi tiga tugas utama itu juga diminta langsung oleh pemerintah.
 
 
 
Langkah pertama yang akan dilakukan mengurangi impor, yang sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengurangi defisit neraca perdagangan yang membengkak. "Pertama, bagaimana perusahaan bisa mengurangi biaya impor," katanya di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (29/8/2018).
 
Nicke mengaku, untuk menekan impor pihaknya sudah memiliki beberapa langkah. Salah satu awal meningkatkan produksi dalam negeri. Saat ini produksi dalam negeri memang sudah cukup bagus, namun perlu ditingkatkan lagi agar impor minyak mentah Indonesia bisa ditekan.
 
Adapun produksi minyak Pertamina saat ini sekitar 380 ribu barel per hari. Selain itu, peningkatan produksi berkaitan dengan tugas selanjutnya, yakni pembangunan kilang. Ada beberapa kilang minyak yang akan dibangun pada tahun ini, yang diharapkan bisa mendongkrak produksi.
 
Sementara yang terakhir dan paling utama, bagaimana mendorong penerapan kebijakan Biosolar 20 persen alias B20. Adapun B20 itu sendiri rencananya akan mulai dilakukan dan diterapkan mulai 1 September 2018 mendatang. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,