Warga & Mobil Terjebak di Bawah Jembatan Ambruk di India

Warga & Mobil Terjebak di Bawah Jembatan Ambruk di India

Jembatan di Negara Bagian Benggala Barat India Timur ambruk. (foto - AFP)

Kolkata - Salah satu bagian dari jembatan  yang berada di Negara Bagian Benggala Barat di India Timur berumur 40 tahun ambruk. Akibat kejadian itu seorang warga dilaporkan tewas, dan 19 orang lainnya terluka.
 
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (5/9/2918) jalan layang di Kolkata yang ambruk tersebut dikenal dengan nama Jembatan Majerhat di dekat Stasiun Kereta Majerhat di Kolkata, ibukota Benggala Barat.
 
"Satu bagian jembatan ambruk hingga mengejutkan seluruh isi kota. Dikhawatirkan banyak orang terjebak di bawahnya, sebagian masih berada di dalam kendaraan mereka. Korban tewas dan luka telah dibawa ke rumah sakit," demikian dilaporkan media lokal.
 
Setelah peristiwa tersebut, pemerintah mengerahkan ambulans, personel reaksi penanganan bencana serta alat berat ke lokasi kecelakaan. Petugas langsung melakukan upaya pertolongan. Tayangan televisi memperlihatkan sejumlah mobil, kendaraan roda dua dan bus berada di bagian jembatan yang ambruk.
 
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata mengatakan, beberapa kendaraan terjebak di bawah reruntuhan dan beberapa orang dikhawatirkan terperangkap. "Kami terus memantau kondisi. Kami memulai penyelidikan hingga semuanya dapat diketahui, dan kami menolong mereka yang terjebak," kata Kepala Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee.
 
Sementara tu, Perdana Menteri India Narendra Modi menggambarkan kecelakaan tersebut patut disayangkan. "Ambruknya satu bagian jembatan di Kolkata sangat disayangkan. Perasaan saya bersama keluarga korban. Saya berdoa agar mereka yang cedera segera pulih," kata Modi di dalam satu pernyataan.
 
Seperti diketahui, pada 2016 tak kurang dari 26 orang tewas saat satu bagian jembatan layang yang sedang dibangun ambruk di kota tersebut. Kecelakaan maut tersebut terjadi akibat kegagalan prasarana, yang seringkali terjadi di India.
 
Sejumlah ahli menyatakan, kecelakaan seringkali terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah, korupsi dan penggunaan bahan yang berkualitas rendah. Selain itu, pengawasan yang tidak memadai dan standard keselamatan yang buruk bagi pekerja. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,