2 Begal Sadis hingga Shanda Tewas Punya Peran Berbeda

2 Begal Sadis hingga Shanda Tewas Punya Peran Berbeda

Tersangka Yonas digiring petugas di RS Polri Sartika Asih Bandung. (foto - ist)

Bandung - Dua begal yang menewaskan mahasiswi Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung, Shanda Puti Denata (23) diringkus polisi. Keduanya punya peran masing-masing, ketika merampas tas korbannya.
 
"Seorang berperan sebagai joki, sedangkan yang lainnya sebagai eksekutor," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di RS Sartika Asih Kota Bandung, Rabu (5/9/2018).
 
Menurut Agung, dalam kasus itu Yonas Aditya (26) berperan sebagai joki, sedangkan Aminatus Solihin alias Ami (23) sebagai eksekutor. Pada Kamis 30 Agustus keduanya beraksi menggunakan motor  matic bernopol D 5699 KP, yang dikendarai Adit.
 
Sejak dinihari mereka beroperasi mengelilingi seputar Kota Kembang. Ketika subuh tiba sekitar pukul 04.00 WIB, mereka menemukan "mangsa". Saat itu, mereka melihat Shanda dan rekannya, EA (23) tengah mengendarai motor di kawasan Cikapayang Dago Bandung.
 
Seketika kawanan begal itu menyasar kedua korban. Adit memepetkan kendaraannya ke arah motor Shanda dan EA. Setelah dekat, giliran Ami menjalankan tugasnya. Ia merampas tas yang dibawa oleh Shanda yang posisinya dibonceng.
 
"Kendaraan beserta korban pun terjatuh, korban tersungkur dan kepalanya mengenai jalan sedangkan kedua pelaku langsung kabur membawa tas rampasan," kata Agung.
 
Sejauh ini, polisi langsung bergerak menyelidiki pelaku. Namun saat polisi memburu pelaku, Shanda meninggal dunia di RS Borromeus Bandung. Polisi akhirnya menangkap Ami, Selasa 4 September. Ia ditangkap tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar di kawasan Jalan Pahlawan Bandung.
 
Penyelidikan pu terus berlanjut. Setelah mengetahui titik persembunyian Adit di kawasan Rancamanyar Kabupaten Bandung, Ami justru berupaya kabur dan melawan petugas Rabu dinihari. Polisi langsung menghadiahi timah panas ke arah dada Ami hingga tewas. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,