Wanita Bunuh Suaminya dengan Racun lewat Obat Tetes Mata

Wanita Bunuh Suaminya dengan Racun lewat Obat Tetes Mata

Rumah kediaman Lana Clayton dan suaminya, Stephen Clayton. (foto - ABC News)

South Carolina - Seorang wanita di negara bagian South Carolina Amerika Serikat (AS), diduga kuat membunuh suaminya dengan racun menggunakan obat tetes mata. Obat itu dimasukkan ke dalam air minum selama beberapa hari.
 
Lana Clayton (52) ditangkap beberapa minggu setelah suaminya, Stephen Clayton (64) ditemukan tewas di rumah. Ia ditahan setelah hasil tes toksikologi mendeteksi zat kimia yang disebut tetrahidrozolin di tubuh sang suami.

Dilansir BBC, Rabu (5/9/2018) zat itu ditemukan di obat tetes mata yang dijual bebas dan obat semprotan hidung yang tersedia tanpa resep. Pada Jumat 31 Agustus, polisi kota New York juga menuduh Lana melanggar hukum tentang penyalahgunaan makanan antara tanggal 19 dan 21 Juli, ketika dugaan pembunuhan dituduhkan kepadanya.

Berdasarkan keterangan polisi, ia mengaku meracuni suaminya secara diam-diam. Lana pun akhirnya ditangkap dan ditahan pekan lalu, namun polisi belum mengumumkan motif di balik pembunuhan yang dilakukannya itu.

Stephen Clayton, yang mendirikan perusahaan terapi fisik dinyatakan meninggal setelah jatuh dari tangga di rumahnya di distrik kelas atas Clover, sekitar 20 mil dari Kota Charlotte North Carolina. Pemakamannya dilakukan di halaman belakang rumah awal Agustus, sebelum para penyelidik menemukan kejanggalan terhadap kematiannya.

Diketahui, Lana tidak memiliki catatan kriminal dan belum pernah ditangkap sebelum kasus pembunuhan itu. Namun jaksa mengatakan, mereka kini meninjau insiden 2016, saat ia menembak kepala sang suami dengan panah saat sedang tidur. Sementara otoritas terkait memutuskan bahwa penembakan itu "tidak disengaja".

Pihak penyidik menemukan Lana di rumah "menangis dan kesal" setelah insiden panah tersebut. Ia mengatakan, saat itu sang suami secara mental kasar padanya dan suasana hatinya kerap berubah, tetapi tidak pernah melukai secara fisik. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,