Pemkab Bandung akan Miliki Pasar Ikan Modern di Soreang

Pemkab Bandung akan Miliki Pasar Ikan Modern di Soreang

Pasar Ikan Modern akan dibangun di Desa Cingcin Kecamatan Soreang. (foto - Humas Pemkab Bandung)

Bandung - Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  (KKP)  kucurkan  dana  Rp  30  miliar  untuk  pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) di wilayah Kabupaten Bandung. PIM akan dibangun di atas lahan seluas 18.000 m2 di samping Kantor Desa Cingcin Kecamatan Soreang.

Bupati Bandung Dadang M. Naser menyambut baik pembangunan itu. Ia menilai, keberadaan PIM dapat mendukung peningkatan perekonomian, produktivitas, nilai tambah produk perikanan, pengembangan sentra bisnis kelautan dan perikanan serta meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan PIM dapat mengubah paradigma masyarakat yang menganggap pasar ikan identik dengan kondisi kumuh dan kotor. "PIM dilengkapi sarana dan prasarana yang memenuhi syarat sanitasi dan higienitas, menyajikan produk berkualitas tinggi, aman, mudah didapat serta berdaya saing," katanya saat Ground Breaking PIM.

Kabupaten Bandung lanjutnya, menjadi lokasi kedua di Indonesia untuk pembangunan PIM. Sebelumnya sudah dibangun di Muara Baru Jakarta, yang masih dalam proses pengerjaan. Hal itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Sebab, Kabupaten Bandung dijadikan titik tolak pembangunan dalam mengedepankan kenyamanan bagi para pengguna dan juga pecinta makanan laut. "Saya berharap, PIM menambah aset wisata kuliner. Nantinya tersedia produk makanan olahan ikan seperti pindang, nugget ikan maupun keripik ikan," tegas Dadang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, harapan Bupati Bandung cukup beralasan. Mengingat fasilitas yang akan disediakan cukup memadai dan menarik perhatian pengunjung.

Ia menjelaskan, PIM di Kabupaten Bandung akan memiliki dua lantai, terdiri atas 228 lapak, yakni 108 untuk lapak basah, 48 lapak ikan hidup, 42 lapak olahan (pindang/asin), 18 lapak kering siap saji, 12 lapak bumbu dan lainnya.

PIM akan dilengkapi pula dengan fasilitas lain seperti area bongkar muat, mesin pendingin, mesin pencacah es, laboratorium, area pemotongan, klinik kesehatan, toilet, IPAL, gardu listrik, pompa listrik, pengepakan, kantor keamanan, parkir, pos jaga dan gudang.

"Pembangunannya dilakukan dari Agustus hingga Desember 2018, dan ini menjadi tanggung jawab PT Bersama Bangun Indonesia Mandiri (PT BBIM), selaku pemenang tender pekerjaan konstruksi pembangunan PIM," katanya.

Dipastikan, proyek pembangunan PIM akan berjalan sesuai rencana. Selain dikawal Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Jenderal, KKP juga bekerja sama dengan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Kejaksaan Agung. (Jr.)**

 

.

Categories:Ekonomi,
Tags:,