Naomi Osaka, Petenis Wanita Jepang yang Guncang Dunia

Naomi Osaka, Petenis Wanita Jepang yang Guncang Dunia

Naomi Osaka. (foto - Twitter)

New York - Petenis  wanita  Jepang  Naomi  Osaka  mengguncang  dunia,  setelah  menjuarai  Grand Slam US Open  (AS Terbuka) 2018, Sabtu 8 September. Naomi menjadi petenis pertama Jepang yang menjadi juara Grand Slam.
 
Keberuntungan memang menaungi Naomi selama berkiprah di US Open 2018. Di final, Naomi sudah ditunggu petenis wanita terbaik sepanjang masa, Serena Williams. Bak langit dan bumi, Naomi yang belum sekalipun menggenggam titel bergengsi harus berhadapan dengan idolanya, sekaligus peraih 23 gelar Grand Slam.
 
Meski tidak diunggulkan, Naomi terbukti bisa tampil lebih baik. Tanpa kesulitan Naomi menang 6-2 dan 6-4, sekaligus mengangkat trofi Grand Slam pertamanya. "Saya tahu para penonton lebih mendukung Serena Williams. Namun maaf, semua berakhir seperti ini. Saya ingin berterima kasih kepada yang menonton. Sebuah mimpi bisa bermain melawan Serena di final US Open," aku Naomi.
 

Naomi sebenarnya tidak murni berdarah Jepang. Ia hanya mewarisi darah Jepang dari ibunya, Tamaki Osaka. Sementara ayahnya Leonard Francois, asli dari Haiti. Tak ayal, kulit Naomi lebih gelap ketimbang orang asli Jepang. Namun, sang ayah yang mengenalkan Naomi ke dunia tenis saat memboyong seluruh keluarganya menuju Amerika Serikat.

 

 

Di AS, Naomi kecil pernah menimba ilmu di dua akademi tenis terkenal, Florida Tennis SBT Academy dan ProWorld Tennis Academy. Saat di Florida Tennis SBT Academy, ia dilatih mantan petenis Harold Solomon, yang juga pernah menangani beberapa petenis besar.
 
Sebut saja Jennifer Capriati, Eugenie Bouchard, Anna Kournikova ataupun Monica Seles. Naomi mengawali karier profesional pada 2013. Namun, prestasinya di sektor tunggal maupun ganda (bersama kakaknya, Mari) tidak terlalu bagus.
 
Perubahan karier Naomi langsung meningkat setelah ditangani pelatih Aleksander Bajin pada 2018. Pada Maret 2018, memenangi gelar WTA pertamanya dengan menjuarai BNP Paribas Open di Indian Wells. Tak lama pada 8 September 2018, Naomi mengguncang dunia. 
 
Mantan petenis wanita nomor satu dunia dan juga peraih titel Grand Slam terbanyak sepanjang sejarah, Serena Williams ditaklukkan Naomi pada final US Open. Dengan usia baru menginjak 20 tahun, Naomi masih memiliki karier panjang di dunia tenis. Bahkan, masih ada tiga titel Grand Slam yang belum direbut Naomi, Australia Open, French Open dan Wimbledon. (Jr.)**
.

Categories:Olahraga,
Tags:,