Yunus Nafik Cari Keadilan Perseteruan dengan PT EJFS

Yunus Nafik Cari Keadilan Perseteruan dengan PT EJFS

Mantan Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI) Yunus Nafik. (foto - Dusup)

Jakarta - Upaya mencari keadilan masih terus dilakukan Yunus Nafik. Mantan Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI) itu dijatuhi hukuman 2 tahun empat bulan, terkait perseteruannya dengan perusahaan asal Singapura yang beroperasi di Indonesia.
 
Kuasa hukum PT ADI, Harry Afrizal mengatakan kesalahan dilakukan karena kuasa hukum Yunus Nafik semata. Kuasa hukum yang menangani Yunus Nafik menyarankan menyuap panitera Jakarta Selatan. Padahal, permasalahan dengan Eastern Jason Fabrication service PTE LTD (EJFS) memenangkan perusahaan yang dipimpinnya.
 
Perusahaan asal Singapura mitranya PT EJFS menurut Kuasa hukum ADI, Harry Afrizal telah dinyatakan bersalah di PN Jakarta Selatan dan diwajibkan membayar biaya kerja senilai 60 miiyar kepada PT ADI. Sayangnya, kuasa hukum yang menangani Yunus Nafik saat itu menyuruhnya menyuap Panitera PN Jakarta Selatan. Padahal, Yunus sudah memenangkan terhadap PT EJFS.
 
"Jadi, apa yang dilakukan Yunus Nafik saat menjabat Dirut PT ADI terkait dengan perusahaan EJFS adalah keawaman Yunus. Itu kesalahan kuasa hukumnya, Akhmad Tarmizi. Padahal, beliau sudah menang. Pengadilan sudah menetapkan, Estern membayar 60 miliar," kata Harry di kantornya kawasan Kalibata Jakarta.
 
Menurut Harry, pembayaran EJFS terhadap PT ADI hingga kini belum dibayar. Padahal, pengerjaanya sudah selesai. Menurut informasi yang beredar perusahaan itu mengalami pailit.
 
PN Jakarta Selatan, Pengadilan Tinggi Jakarta, Yunus dinyatakan menang atas lawannya PT EJFS yang dinilai hakim telah melakukan wanprestasi dalam kontrak kerja sama itu. "Saat ini, kasus yang menimpa Yunus Nafik pada masa kasasi ditangani Mahkamah Agung," tutupnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,