Bocah Pembunuh Pemandu Karaoke di Semarang Diringkus

Bocah Pembunuh Pemandu Karaoke di Semarang Diringkus

Lokasi kerja Ninin, tempat Karaoke Mr Classic Sunan Kuning Semarang. (foto - ist)

Semarang - Seorang  pemandu  karaoke  bernama Ayu Sinar Agustina  (Ninin)  ditemukan meninggal dengan kondisi bugi di kamarnya. di lokalisasi Argerejo atau Sunan Kuning Kota Semarang, pada Kamis 13 September.
 
Jasad perempuan berusia 23 tahun asal Kendal itu terlentang di atas kasur dengan bau oli di sekitarnya. Ninin yang bekerja di Karaoke Mr Classic gang III tersebut, diduga menjadi korban pembunuhan.
 
Aparat Polsek Semarang Barat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi. Polisi menerjunkan anjing pelacak untuk mendalami kasus, yang menghebohkan penghuni kompleks lokalisasi terbesar di Jateng tersebut.
 
Selain menginterogasi sejumlah saksi, jasad perempuan muda itu pun divisum di rumah sakit. Hasilnya, polisi menyimpulkan, Ninin tewas dibunuh. Namun tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menemukan pelaku pembunuh Ninin. 
 
Pada Sabtu 15 September 2018 sekitar pukul 02.00 dinihari, pelaku sadis itu diringkus tim Resmob Polrestabes Semarang, Polsek Semarang Barat dan Polsek Mijen. Pelaku tak lain pelanggan Ninin berinisial DK yang masih di bawah umur, warga Bambang Kerep Ngaliyan. DK ternyata masih berusia di bawah umur, yakni 16 tahun.
 
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Semarang Barat Kompol Donny Eko Listianto, motif DK membunuh Ninin karena sakit hati. Pelaku dendam karena pernah kecewa setelah berhubungan badan dengan korban pada Agustus lalu.
 
"Pelaku pernah melakukan kencan dan berhubungan intim satu bulan sebelumnya. Saat itu pelaku kecewa atas pelayanan korban yang tak memuaskan," kata Donny. Untuk melampiaskan dendamnya,  pelaku kembali mengajak kencan korban untuk kali kedua.
 
Kencan itu pun berlangsung pada Kamis dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. Pelaku menyambangi korban di Karaoke Mr Classic Sunan Kuning, dan langsung mengajak berhubungan badan. Karena sudah pernah kenal sebelumnya, pertemuan mereka cukup singkat tanpa tawar menawar. 
 
Insiden pun terjadi. Setelah berhubungan badan, keduanya bersitegang. Bermula saat pelaku meminta 'service' tambahan untuk keduakalinya malam itu. Korban menyetujui dengan syarat pelaku memberikan tarif kencan senilai Rp 200 ribu. 
 
Namun pelaku hanya membawa uang Rp 100 ribu. Karena menolak service tambahan, pelaku kalap dan marah hingga mencekik leher korban saat dalam kondisi telanjang. "Karena tarifnya tak sesuai maka terjadi cekcok dan pelaku mencekik korban," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,