Empat Jalur Kereta Api di Jabar akan Direaktivasi pada 2019

Empat Jalur Kereta Api di Jabar akan Direaktivasi pada 2019

Jalur kereta api Banjar - Pangandaran yang selama ini tinggal kenangan. (foto - ist)

Bandung - PT Kereta Api Indonesia  (Persero)  kembali merencanakan  reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. Setidaknya ada empat jalur yang akan dihidupkan kembali, mencakup rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari.
 
Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Joni Martinus, jalur pertama yang akan direaktivasi adalah Garut-Cikajang, yang memiliki rentang jarak 47,5 km. Jalur itu dipilih menjadi jalur pertama yang direaktivasi, karena dinilai lebih mudah dalam pelaksanaannya.
 
"Jalur yang mulai dikerjakan Garut-Cikajang, tapi tidak langsung di jalur itu. Reaktivasinya dimulai dari Bandung-Cibatu-Garut berjarak 19 km," katanya saat on air di PRFM, Sabtu (15/9/2018).
 
Menurut Joni, progres pengerjaan jalur itu mulai memasuki tahap mapping oleh Tim Unit Aset. Mapping diperlukan untuk mendata kondisi jalur. "Hal itu untuk memastikan jumlah bangunan yang berdiri di jalur mati itu, lalu ada progres selanjutnya," katanya.
 
Ia menjelaskan, setelah reaktivasi jalur Bandung-Cibatu-Garut selesai, pengerjaan akan dilanjutkan hingga ke Cikajang. Pemerintah dan PT KAI menargetkan pengerjaan jalur pertama itu dilakukan pada 2019 mendatang.
 
"Untuk jalur lainnya seperti Bandung-Ciwidey yang berjarak 37,8 km, Banjar-Parigi 82 km dan Rancaekek-Tanjungsari 11,5 km masih dalam tahap rencana. Waktu pengerjaannya akan berbeda karena harus mengkaji kontur daerahnya.
 
Sementara jalur Pangandaran yang banyak terowongan dan jembatan. Tentu pengerjaannya akan memakan waktu lebih lama," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,