NASA Luncurkan Satelit Pengukur Perubahan Es pada Bumi

NASA Luncurkan Satelit Pengukur Perubahan Es pada Bumi

Peluncuran satelit pengukur perubahan es kutub Bumi di Vandenberg Air Force Base California. (foto - Associated Press)

California - Badan Aeronautika dan Antariksa Amerika Serikat  (NASA)  berhasil meluncurkan satelit, yang akan mengukur perubahan lapisan es pada kutub Bumi, pada Sabtu 15 September waktu setempat.
 
Ice, Cloud and land Elevation Satellite-2 (ICESat-2) meluncur bersama Roket Delta II milik United Launch Alliance dari Space Launch Complex-2 di Vandenberg Air Force Base California, pukul 09.02 waktu setempat.
 
Sejumlah stasiun darat di Svalbard Norwegia, mendapat sinyal dari pesawat luar angkasa tersebut sekitar 75 menit, setelah peluncuran menurut siaran pers di laman resmi NASA.
 
"Dengan misi ini kami melanjutkan penjelajahan manusia ke bagian terpencil kutub planet kita, dan memajukan pemahaman kita mengenai bagaimana perubahan yang sedang terjadi pada tutupan es Bumi di kutub dan tempat lain akan mempengaruhi kehidupan di berbagai bagian dunia, sekarang dan masa mendatang," kata Thomas Zurbuchen, Administratur Direktorat Misi Sains NASA.
 
ICESat-2 membawa instrumen tunggal, Advanced Topographic Laser Altimeter System (ATLAS), yang akan diaktifkan sekitar dua pekan setelah tim operasi misi menyelesaikan pengujian awal pesawat itu.
 
Satelit tersebut kemudian akan mulai menjalankan misinya mengumpulkan berbagai data, untuk memperkirakan perubahan tahunan tinggi lapisan-lapisan es Greenland dan Antartika.
 
"Bagi kami para ilmuwan, meruakan bagian yang paling ditunggu pada awal misi itu, yakni ketika kami menyalakan laser dan mendapatkan data pertama," kata Thorsten Markus, ilmuwan pada proyek ICESat-2 di Goddard Space Flight Center NASA(Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,