36 WNI Peserta Program Amnesti UEA Kembali ke Tanah Air

36 WNI Peserta Program Amnesti UEA Kembali ke Tanah Air

WNI peserta program amnesti Uni Emirat Arab (UEA) 2018 dipulangkan ke Tanah Air. (Foto: dok. KBRI Abu Dhabi)

Jakarta - Sedikitnya 36 Warga Negara Indonesia  (WNI)  peserta program amnesti Uni Emirat Arab  (UEA) 2018 dipulangkan ke Tanah Air. Kepulangan mereka difasilitasi KBRI Abu Dhabi.
 
"KBRI Abu Dhabi pada Minggu dinihari telah membantu memfasilitasi kepulangan 36 WNI peserta amnesti UEA," kata Sekretaris Pertama KBRI Abu Dhabi, Nur Ibrahim dalam keterangannya, Senin (17/9/2018).
 
Setibanya di Indonesia, mereka langsung dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Pemulangan tersebut difasilitasi oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI).
 
"Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mereka difasilitasi oleh BP3TKI Serang dan Kementerian Luar Negeri untuk kembali ke tempat tinggal mereka di daerah asal masing-masing," katanya.
 
Seperti diketahui, pemerintah UEA memberlakukan program amnesti selama tiga bulan sejak 1 Agustus 2018. Program itu ditujukan bagi warga negara asing (WNA) pelanggar aturan keimigrasian, termasuk overstayer, penyalahgunaan visa dan kabur dari majikan atau sponsor pertama.
 
Para WNA pelanggar aturan diberikan kesempatan pulang ke negara asal tanpa dikenakan sanksi, berupa denda dan tidak dicekal masuk kembali ke UEA. Selain itu, WNA bermasalah itu juga diberikan kesempatan untuk memperbaiki status keimigrasiannya dengan cara bekerja secara legal lewat sponsor baru atau alih visa.
 
"Hingga saat ini, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah melayani sebanyak 1.795 WNI peserta amnesti. Perinciannya, sebanyak 821 orang terdaftar di KBRI Abu Dhabi dan sebanyak 974 orang terdaftar di KJRI Dubai," kata Nur Ibrahim.
 
Ia menyebutkan, KBRI Abu Dhabi berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan upaya perlindungan bagi WNI yang berada di UEA. Berbagai informasi mengenai program keimigrasian UEA akan terus disampaikan kepada para WNI di sana.
 
"KBRI Abu Dhabi akan terus memberikan dan meningkatkan pelayanan dan upaya perlindungan bagi WNI yang berada di UEA. Salah satunya dengan cara melakukan serangkaian diseminasi informasi kepada WNI di UEA.
 
Termasuk juga simpul-simpul komunitas masyarakat Indonesia di Abu Dhabi," tegas Nur Ibrahim. "Hal tersebut dimaksudkan agar para WNI pelanggar aturan keimigrasian di UEA dapat memanfaatkan program amnesti secara optimal," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,