14 Jam Api Baru Bisa Dijinakkan Ludeskan Pabrik Kayu di Cilacap

14 Jam Api Baru Bisa Dijinakkan Ludeskan Pabrik Kayu di Cilacap

Kebakaran melanda pabrik kayu SAPN di Dusun Cigobang Desa Jenang Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. (foto - BPBD Cilacap)

Cilacap - Kebakaran melanda pabrik kayu Sabda Alam Prima Nusa (SAPN) di Dusun Cigobang Desa Jenang Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Jateng, membuat sejumlah pekerja pabrik panik dan berhamburan keluar area pabrik, Senin 17 September petang.
 
Mereka tak kuasa menahan amukan si jago merah yang terus membesar. Para pekerja pertamakali mengetahui kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB. Api diduga berasal dari oven nomor 7. Hanya dalam waktu 15 menit, api menjalar ke sejumlah ruang.
 
Ketua RT 02/20, Sugianto menyatakan, warga sekitar tak tinggal diam tapi berupaya sebisanya untuk memadamkan api. Namun, mereka tak kuasa mendekat dan hanya bisa mencegah rembetan api dengan menyiramkan air selokan ke tembok pabrik dan rumah, yang letaknya berdekatan dengan pabrik.

"Angin berembus ke utara. Kita nyiram atap dan tembok rumah sampai jam 7 malam. Jaga-jaga sampai dinihari," ucap Gunawan, seorang karyawan pabrik kayu yang terbakar, Selasa (18/9/2018).

Karena api tak tertanggulangi, Pos Damkar Majenang meminta bantuan ke Pos Damkar Sidareja dan Pos Induk Cilacap. Armada pemadam kebakaran dari wilayah lain, Banjar Patroman pun dimintai bantuan. Secara total, ada empat unit mobil damkar yang diterjunkan.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cilacap, Supriyadi mengatakan hingga larut malam api belum berhasil dipadamkan. Petugas kesulitan karena besarnya kobaran api dan tiupan angin kencang.

Selain itu, kayu yang ada di dalam pabrik juga membuat kebakaran sulit dijinakkan. Karenanya, api baru bisa dijinakkan setelah menghanguskan 90 persen area pabrik sekitar pukul 7.00 WIB, Selasa. Ini berarti, untuk memadamkan api yang pertama kali terdeteksi, petugas membutuhkan waktu hingga 14 jam.

"Jumlah armadanya terbatas. Posisi mobil pemadam kebakaran juga jauh sehingga perlu waktu untuk menuju lokasi," kata Supriyadi. Kendala lain, hydran terdekat yang mestinya menggelontorkan banyak air rupanya tersendat. 
 
Kebakaran area pabrik kayu olahan untuk ekspor itu diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp 20 miliar. Angka itu berasal dari kayu lapis siap ekspor, forklift tiga unit, dua ruang kantor beserta isinya, bangunan pabrik serta tujuh oven kayu. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,