Ini Pengakuan Perempuan yang Sekap Tiga Anak di Makassar

Ini Pengakuan Perempuan yang Sekap Tiga Anak di Makassar

Terduga pelaku penyekap dan penyiksa anak di Makassar menjalani pemeriksaan. (foto - ist)

Makassar - Pihak kepolisian memeriksa pelaku penyiksaan tiga anak di Makassar Sulawesi Selatan. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku menelantarkan anak karena beban ekonomi. Pelaku berinisial M itu telah menyerahkan diri ke polisi, sejak Senin 17 September.
 
"Karena faktor ekonomi ada keterbatasan untuk memperlakukan ketiga anaknya. Perlakuan seminimal mungkin," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdanto Wicaksono di Mapolrestabes Makassar Sulawesi Selatan, Selasa (18/9/2018).

Menurut Wirdanto, M adalah pendatang yang berasal dari Papua dan datang ke Sulsel bersama suaminya sekitar tahun 2017. Pada awalnya, ia tinggal di Kota Palopo yang berjarak 300 km dari Kota Makassar.

Dari pengakuan M, AW (13) dan D (6) adalah anak kandungnya, dan DF adalah anak adopsi. Namun tidak ada bukti administrasi soal status kelahiran anak-anaknya. "Penyidik belum dapat akta kelahiran dan catatan sipil. Sudah diakui ketiga anak angkat dari karyawan yang terdahulu," katanya.

Setelah pindah ke Makassar, M membuka berbagai usaha seperti klinik hewan dan sempat menjadi sopir transportasi online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Atas keterangan M, polisi mulai melakukan kroscek keterangan M, seperti uji forensik terhadap luka-luka di tubuh anak serta menyiapkan alat pendeteksi kebohongan.

"Untuk mengetahui apakah dua tersebut memang sebagai anak kandung, ia disiapkan alat deteksi kebohongan serta soal dugaan penganiayaan yang mengakibatkan bekas luka," tegasnya.

Sejauh ini, M masih berstatus saksi untuk diperiksa 1 x 24 jam oleh polisi. Pemeriksaan ini akan berakhir pada jam 3 sore. "Jadi status M akan ditentukan nanti," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,