Bank Pelaksana KUR Akan Dikurangi Tahun Depan

Bank Pelaksana KUR Akan Dikurangi Tahun Depan

Bank Pelaksana KUR Akan Dikurangi Tahun Depan

Jakarta- Bank pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan dikurangi mulai 2015 untuk menekan tingkat kredit bermasalah yang dinilai mulai mengkhawatirkan.
 
"Salah satu catataanteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga di Jakarta, Selasa (25/11/2014).
 
Ia mengatakan hal itu dilakukan salah satunya untuk menekan tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang mulai menembus angka psikologis.
 
Pihaknya mencatat secara umum NPL KUR nasional sebesar 4,2 persen, tapi ada beberapa bank pelaksana yang kredit bermasalahnya mencapai 10 persen.
 
"Secara umum NPL 4,2 persen tapi ada beberapa yang 10 persen ini perlu kita evaluasi. Sementara beberapa waktu lalu kami ke BRI di sana dilaporkan pelaksanaan KUR bagus sekali dengan NPL hanya 2,9 persen," katanya.
 
Tingkat penyaluran tertinggi KUR selama ini juga dipegang oleh BRI, yang menurut Menteri karena selama ini BRI memang fokus pada core business segmen KUKM.
 
"Ke depan harus ada evaluasi. Tapi KUR akan tetap dilanjutkan karena masih dibutuhkan. Saya sudah bicara dengan Pak Menko Perekonomian segera akan dirapatkan, yang jelas KUR masih dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.
 
Pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk membahas nasib KUR termasuk mewacanakan KUR hanya akan dilaksanakan oleh BRI.
 
"Apapun namanya nanti, KUR akan tetap dilanjutkan," katanya. (AY)
.

Categories:Nasional,