Kejagung Tangkap 82 Buron Sepanjang 2014

Kejagung Tangkap 82 Buron Sepanjang 2014

Kejagung Tangkap 82 Buron Sepanjang 2014

Jakarta - Kejaksaan Agung sepanjang 2014 berhasil menangkap 82 buronan dari kasus korupsi dan pidana umum.

"Penangkapan 82 buronan itu melebihi target 2014 sebanyak 70 buron," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony T Spontana di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Kapuspenkum menambahkan jika dihitung dari 2011 sampai sekarang, secara keseluruhan kejaksaan telah menangkap sebanyak 202 buronan.

"Untuk 2014, merupakan penangkapan buron terbanyak sejak terbentuknya satgas pada 2011," katanya.

Ia menegaskan kejaksaan bersama tim pemburu koruptor dan aset, akan terus melakukan penangkapan para buron baik dari perkara korupsi maupun tindak pidana umum.

Sementara itu, melalui laman Kejaksaan Agung sampai sekarang masih terdapat tujuh buronan korupsi kelas kakap yakni kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Bank Century.

Untuk kasus BLBI, yakni, Eko Edi Putranto, Komisaris Utama PT BHS sempat disidangkan secara In Absentia, tidak dapat di eksekusi badan sesuai putusan pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 125/PID/2002/PT DKI tanggal 8 Nopember 2002 yang telah mempunyai  kekuatan hukum tetap karena terpidana melarikan diri.

Infonya posisi akhir di Australia Barat, saat ini sudah dikirim formal requestnya bersama terpidana Adrian Kiki Ariawan.

Samadikun Hartono, mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Tbk dan tidak dapat dieksekusi badan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1696 K/Pid/2002 tanggal 28 Mei 2003 karena melarikan diri dan terpidana mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Info terakhir tinggal di Apartemen Beverly Hills Singapura. Punya pabrik film di China dan Vietnam.

Hary Matalata, Hendro Bambang Sumantri, Lesmana Basuki, Samadikun Hartono. Sedangkan untuk kasus Century, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi.  (AY)

.

Categories:Nasional,