Polisi Tembak Guru yang Culik Siswa SD Selama Empat Hari

Polisi Tembak Guru yang Culik Siswa SD Selama Empat Hari

Siswa yang diculik gurunya dikembalikan ke pihak keluarga. (foto - iNews)

Malang - Petugas kepolisian menembak kaki kanan seorang guru bernama Sobirin, setelah berusaha kabur dari sergapan petugas di kawasan Lembah Pani Desa Poncokusumo Kabupaten Malang Jatim.
 
Sobirin yang berprofesi sebagai guru ekstrakurikuler kesenian tega menculik siswanya sendiri berinisial LB (9), warga Perumahan KDP Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.
 
Warga Dusun Golek Desa Karangduren Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang itu tega menculik korban sepulang sekolah, pada Rabu 19 September 2018. Saat itu LB yang kehilangan sepeda pancalnya dibujuk tersangka untuk mencari pelaku yang mencuri sepeda korban.
 
Pihak sekolah tak curiga mengizinkan keduanya pergi, karena Sobirin juga sebenarnya ada jadwal mengajar kesenian pada Rabu sore jam 16.00 WIB. Namun, keduanya tak tampak hingga jam belajar selesai. Bahkan hingga keesokan harinya baik Sobirin maupun LB tak kunjung tampak.

Pihak sekolah melaporkan kejadian itu ke keluarga dan kepolisian. Polisi pun bergerak cepat mengendus keberadaan korban dan sang guru. Polisi langsung menelusuri jejak Sobirin. Pencarian selama empat hari pun berbuah hasil. Pelaku ditangkap di Lembah Pani Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Sabtu 22 September 2018 pukul 11.00 WIB.

Wakapolres Malang Kompol Yhogi Hadisetiawan mengatakan, polisi berhasil mengendus jejaknya dan mengamankan pelaku di Poncokusumo. "Tersangka diamankan di wilayah Poncokusumo," katanya. Akibat perbuatannya, Sobirin terancam Pasal 330 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan. (Jr.)**

.

Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait