Aksi brutal Suporter pun Menodai Laga el Clasico di Meksiko

Aksi brutal Suporter pun Menodai Laga el Clasico di Meksiko

Petugas kawal suporter Monterrey seusai bentrok dengan klub Tigers di luar stadion. (foto - AFP)

Mexico City - Laga  klasik yang mempertemukan dua klub sekota di Meksiko diwarnai aksi brutal para suporter. Satu orang dilaporkan cedera serius, setelah dikeroyok suporter lawan jelang laga. Insiden ini terjadi pada hari yang sama, ketika suporter Persija tewas dikeroyok oknum pendukung Persib Bandung.
 
Dilansir The Sun, Senin (24/9/2018) dalam laga itu Clasico Regiomontano Ediksi 117 kembali mempertemukan dua musuh bebuyutan, yakni klub Tigers dan Monterrey. Kedua klub asal Kota Nuevo Leon itu bertanding, Minggu 24 September 2018. Derby klasik itu menjadi magnet bagi suporter kedua tim. 
 
Mereka datang berbondong-bondong ke lokasi pertandingan di University Stadium. Namun sebelum laga dimulai, bentrokan pecah di Jalan Aztlan Avenue dan Magnolia yang berjarak sekitar 4 km dari lokasi pertandingan. Tidak hanya saling pukul dan lempar, salah seorang suporter Monterrey bahkan menggunakan mobil untuk menabrak lawannya. 

Salah seorang Suporter Tigers tertangkap dan jadi bulan-bulanan suporter Monterrey. Sejumlah luka tusukan dan lemparan batu membuatnya tidak sadarkan diri dan tergeletak di jalanan. Aksi brutal itu sempat direkam pengguna jalan dan menghebohkan media sosial di Meksiko. 

Sebagian meminta agar laga ditunda, tapi panitia tetap melanjutkannya sesuai jadwal. Pertandingan pun berakhir dengan skor kacamata. Petugas menyampaikan, korban yang belum diketahui identitasnya itu tidak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat akibat sejumlah luka tusuk. 
 
Korban juga segera dipindahkan ke rumah sakit lokal University Hospital untuk mengobati lukanya. Untuk mencegah aksi balas dendam suporter Tigers, puluhan polisi dikerahkan mengawal kepulangan fans Monterrey. Polisi juga segera bergerak mencari para pelaku yang terlibat dalam aksi brutal itu. 
 
Kedua klub mengutuk keras insiden tersebut. Bahkan bos Tigers, Ricardo Ferretti menyebut para pelaku sebagai bandit dan meminta mereka tidak dipenjara tapi langsung dikubur. "Mungkin saya berlebihan, yang benar orang-orang itu seharusnya berada di penjara, tempat yang cocok seperti untuk bandit," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,