Eks Dirut Pertamina Ditahan Tersandung Kasus Investasi

Eks Dirut Pertamina Ditahan Tersandung Kasus Investasi

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan. (foto - ant)

Jakarta - Kejaksaan Agung menahan eks Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, di Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur. Karen Agustiawan ditahan untuk 20 hari ke depan.
 
Dalam keterangannya Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman mengatakan, Karen ditahan setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukan, Senin (24/9/2018).
 
"Selama Proses pemeriksaan, penyidik berpendapat diperlukan tindakan paksa yakni penahanan. Tujuannya karena sudah memenuhi syarat objektivitas dan subjektivitas, dan agar perkaranya cepat selesai," kata Adi.
 
Kejagung ingin segera melimpahkan kasus itu ke pengadilan. Sejak Maret 2018, Karen ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009.
 
Kasus tersebut bermula pada 2009, PT Pertamina (Persero) melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin). Berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia, berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009 senilai 31.917.228 dolar AS.
 
Namun dalam proses pelaksanaannya ada indikasi tidak sesuai dengan pedoman investasi. "Pada saat investasi penawaran dari PT ROC yang harusnya diproses sesuai yang berlaku di Pertamina apakah layak atau tidak, jadi tim sudah dibentuk tapi penelitian belum selesai transaksi berjalan," tegasnya.
 
Dalam perkara itu, sebelumnya Kejagung telah menetapkan tersangka mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) berinisial BK. "Awalnya ada di direktur hulu. Kemarin sudah kita tahan saudara Bayu. Proses investasi itu tanpa hasil penelitian, yang akhirnya disetujui oleh Karen," ungkapnya.
 
Kerugian keuangan negara ditaksir mencapai 31.492.851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia, atau setara dengan Rp 568.066.000.000 berdasarkan hasil perhitungan Akuntan Publik. "Investasi pembelian lahan berjalan kenyataannya tidak membawa hasil, sehingga Pertamina rugi," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,