Perzinaan tak lagi Dianggap sebagai Tindakan Jahat di India

Perzinaan tak lagi Dianggap sebagai Tindakan Jahat di India

Perzinaan tak lagi dianggap sebagai tindak kejahatan di India. (foto - Getty Images/ilustrasi)

New Delhi - Mahkamah  Agung  India  memutuskan,  perzinaan  tidak  lagi  dianggap  sebagai tindak kejahatan. Pengadilan tertinggi tersebut menyatakan, hukum yang berlaku di era kolonial tidak konstitusional dan terlalu diskriminatif.
 
Dilansir Aljazeera, Kamis (27/9/2018) dalam aturan yang berusia seratus tahun tersebut disebutkan, seorang pria yang melakukan hubungan seksual dengan perempuan sudah menikah tanpa izin suami, maka dia telah melakukan perzinaan. Hukuman bagi pelaku perzinaan adalah kurungan penjara selama lima tahun.
 
"Pengadilan memutuskan dengan suara bulat, Undang-Undang Pasal 497 yang berusia 158 tahun itu menurunkan status wanita, mengingkari martabat dan otonomi seksual serta didasarkan pada stereotip gender," demikian keputusan pengadilan.
 
"Perzinaan bisa dianggap sebagai masalah perdata yang bisa menyebabkan berakhirnya hubungan pernikahan. Namun hal itu tidak bisa dijadikan sebagai tindak pidana. Perzinaan bukan penyebab pernikahan tidak bahagia, itu mungkin akibat dari pernikahan tidak bahagia," kata Hakim Agung Misra dalam amar putusan.
 
Sebelumnya, banyak aktivis kelompok HAM yang mengkritik UU lama tersebut. Mereka menilai, UU itu merampas hak-hak perempuan dan pilihan setiap individu. Perempuan juga seakan dianggap sebagai properti milik kaum laki-laki.
 
Selain itu, berdasarkan aturan lama pihak perempuan tidak bisa mengadukan masalah tersebut, sekaligus tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat terjadi perzinaan. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,