Dolar AS Tembus Rp 15.000, IHSG pun Ditutup di Zona Merah

Dolar AS Tembus Rp 15.000, IHSG pun Ditutup di Zona Merah

Dolar AS tembus Rp 15.000, IHSG ditutup di zona merah. (foto - ist)

Jakarta - Indeks  Harga Saham Gabungan  (IHSG)  terus melanjutkan pelemahan hingga perdagangan ditutup, pada Selasa (2/9/2018) sore berada di zona merah. Padahal, pada perdagangan pagi hari, IHSG dibuka di zona hijau.
 
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terpantau mengalami kenaikan. Hingga pukul 10.30 WIB, dolar AS tembus ke level Rp 15.001. Lalu pada pukul 16.30 WIB dolar AS naik ke posisi Rp 15.056 dan turun menjadi Rp 15.024.
 
Pada perdagangan pre-opening, IHSG menguat 2,6 poin (0,04 persen) ke 5.947,25. Indeks LQ45 juga naik 0,04 persen ke 942,901. Membuka perdagangan, IHSG naik 2,34 poin (0,03 persen) ke 5.946,941. Indeks LQ45 naik 1,4 poin (0,15 persen) ke 942,526. Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih di zona hijau, naik 6,753 poin (0,11 persen) ke 5.951,35.
 
Jeda perdagangan siang ini IHSG berbalik arah ke zona merah. IHSG turun 23,713 poin (0,40 persen) ke 5.920,888. Indeks LQ45 melemah 4,142 poin (0,44 persen) ke 937,867. Bahkan terus mengalami pelemahan hingga penutupan perdagangan sore. IHSG turun 68,982 poin (1,16 persen) ke 5.875,619. Indeks LQ45 melemah 13,038 poin (1,38 persen) ke 928,971.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 26,651.211 (+0.73 persen), NASDAQ ditutup 8,037.30 (-0.11 persen), S&P 500 ditutup 2,924.59 (+0.36 persen). 

Bursa Saham US ditutup menguat setelah pengumuman US dan Kanada telah mencapai kesepakatan dagang untuk menggantikan NAFTA, dengan perjanjian baru bernama USMCA (the United States-Mexico-Canada Agreement). 
 
Kesepakatan itu akan memberikan akses kepada petani dari US, namun ekspor yang terbatas bagi Kanada. Persetujuan yang baru itu akan ditandatangani secara bersama dengan ketiga negara tersebut akhir bulan November. 
 
Namun investor masih memantau perang dagang yang merupakan risiko terbesar di pasar modal saat ini. Ketakutan akan perang dagang dengan skala besar terhadap Cina masih membayangi dalam bursa saham US.
 
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 74.300, Matahari Departemen (LPPF) naik Rp 250 ke Rp 7.100, Saratoga Investama (SRTG) naik Rp 280 ke Rp 4.190 dan Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 270 ke Rp 1.900.

Sementara saham yang masuk jajaran top losers, antara lain Indah Kiat Pulp (INKP) turun Rp 1.075 ke Rp 16.100, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 525 ke Rp 45.775, Indocement Tunggal (INTP) turun Rp 800 ke Rp 16.825 dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 575 ke Rp 9.025. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,