Sema UIN Merilis 7 Sikap Menyoal Video Mesum Mahasiswa

Sema UIN Merilis 7 Sikap Menyoal Video Mesum Mahasiswa

Kasus video mesum mahasiswa jadi perbincangan di tingkat rektorat UIN SGD Bandung. (foto - ist)

Bandung - Video  mesum  UIN  Sunan  Gunung  Djati  (SGD)  Bandung,  yang  adegannya  dilakukan di  lingkungan  kampus belakangan ini viral. Pihak kampus pun telah mengakui, dua pemeran dalam video mesum tersebut adalah mahasiswanya.
 
Video yang berdurasi 10 detik itu tampak sepasang anak muda-mudi melakukan adegan tidak senonoh yang dilakukan di belakang gedung V perkuliahan Adab dan Humaniora Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
 
Berdasarkan teman-teman di kampusnya, rata-rata mereka mengenal mahasiswa pemeran dalam video tersebut sebagai sosok yang pendiam, meski aktif di banyak kegiatan.
 
"Kalau di kampus ia terlihat pendiam, tapi pelaku sangat aktif jika ada kegiatan kampus," kata sejumlah mahasiswa UIN SGD Bandung, Selasa (2/10/2018). Pria berinisial R yang berasal dari Sukabumi tersebut juga dikenal rajin dalam beribadah.
 
Kasus tersebut kini sudah menjadi perbincangan serius pihak Rektorat UIN SGD Bandung. Pihak kampus UIN mengakui, pasangan mahasiswa dalam video mesum itu memang mahasiswanya. Untuk itu, akan ada sanksi yang bakal diterima oleh kedua mahasiswa tersebut.
 
Menanggapi hal itu, Senat Mahasiswa UIN SGD Bandung mengeluarkan 7 sikap. Dalam rilisnya menyebutkan, Ketua SEMA-UIN Bandung, Acep Jamaludin menyarankan kepada pihak rektorat untuk tidak mengambil langkah drop out (DO) terhadap pelaku mahasiswa itu.
 
Sebab, pelaku juga memiliki posisi sebagai korban dari kejahatan moral yang mesti diperbaiki kampus  sebagai lembaga pendidikan. "Karena perilaku merupakan kejahatan moral yang mesti diperbaiki kampus sebagai lembaga pendidikan," sebutnya.
 
Sikap lainnya pertama, pihaknya telah mengambil sikap pertama, mengusut dan menginvestigasi secara tuntas orang-orang yang terlibat dalam kejadian itu. Baik pasangan korban atau pun penyebar video.
 
Kedua, mendorong pihak kampus untuk melindungi korban dan penyebar video dengan melindungi mereka dari aksi main hakim sendiri. Ketiga, mengajak seluruh civitas akademika UIN SGD Bandung untuk menghapus stigma negatif terhadap korban, dan mengutuk segala bentuk intimidasi terhadap korban (dengan menghapus file foto dan video).
 
Keempat, mendorong Pusat Studi Gender dan Anak yang berada di bawah naungan LP2M, untuk merehabilitasi dan memberikan pembinaan terhadap korban. Kelima, mendorong Dema-UIN SGD melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Mahasiswa (Menkumham), membantu menyelesaikan masalah serta memberikan sikap terhadap kejadian itu.
 
Keenam, meminta agar pihak kampus dan kepolisian dapat mengusut tuntas dan melakukan  investigasi terhadap segala kejadian pelecehan seksual, yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswa yang sampai saat ini belum pernah diusut.
 
Sebagai Ketua Sema UIN SGD Bandung, ia menyarankan ketujuh sikap itu dapat dipertimbangkan dan diambil pihak rektorat. "Sebagai lembaga pendidikan, kampus harusnya memperbaiki yang salah, bukan membuang mereka yang melakukan kesalahan," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,