Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara Soetta Tangerang

Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara Soetta Tangerang

Ratna Sarumpaet diamankan petugas di Bandara Soekarno Hatta Tangerang. (foto - ist)

Tangerang - Ratna  Sarumpaet  akhirnya  diamankan di Bandara Soekarno - Hatta Tangerang. Ia diminta untuk turun setelah siap landas yang seharusnya mengantarkannya ke Chile, Kamis (4/10/2018) malam.
 
Ratna turun dari pesawat dan memasuki ruangan di bandara ditemani sejumlah pria. Tampak antara lain mereka yang mengenakan seragam Direktorat Jenderal Imigrasi. Sedangkan Ratna tampak mengenakan busana warna abu-abu.
 
Berdasarkan keterangan Kabag Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menyatakan, sebelumnya Ratna Sarumpaet memang sudah dicegah bepergian ke luar negeri. Permintaan itu datang dari Polda Metro Jaya.
 
"Iya, hari ini diterima surat pencegahan keberangkatan ke luar negeri atas nama Ibu Ratna Sarumpaet, diminta oleh Polda Metro untuk periode 20 hari ke depan," kata Agung. Pihaknya tidak tahu status hukum Ratna dalam surat permintaan pencegahan itu. Namun Ratna sebelumnya dilaporkan atas dugaan kasus hoax.
 
Terkait penangkapan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono tidak menjelaskan secara pasti. Ia menyerahkan informasi itu ke Ditkrimum Polda Metro Jaya. "Silakan ke Krimum mengenai penangkapan Ratna Sarumpaet di bandara malam ini," katanya.
 
Sementara itu, Kapolres Bandara AKBP Victor Togi Tambunan membenarkan mengenai pencegahan terhadap Ratna Sarumpaet. Menurutnya, hal tersebut karena atensi dari Polda Metro. "Tanya saja ke penyidik kita hanya mencegah untuk berangkat. Penjelasannya dari Polda," tegas Victor.
 
Menurut Victor, sekitar pukul 21.00 WIB Ratna Sarumpaet masih berada di salah satu ruangan di bandara. Selepas itu, aparat Polda Metro Jaya akan segera menjemput untuk segera diperiksa lebih lanjut.
 
Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet mengaku berbohong mengenai penganiayaan atas dirinya. Polri sebelumnya juga membeberkan temuan fakta, yang menyanggah pernyataan terkait Ratna soal penganiayaan.
 
Selain Ratna Sarumpaet, sejumlah orang memang dilaporkan terkait dugaan penyebaran hoax  penganiayaan Ratna. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebutkan, mereka yang terlapor di antaranya Fadli Zon dan Dahnil Anzar Simanjuntak. Setyo menyebutkan, penyebar hoax bisa dijerat dengan Pasal 14 dan 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana atau UU ITE. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,