Pemerkosa & Pembunuh Jurnalis Bulgaria akhirnya Dibekuk

Pemerkosa & Pembunuh Jurnalis Bulgaria akhirnya Dibekuk

Sejumlah orang menyalakan lilin untuk mengenang kematian Viktoria Marinova. (foto - Associated Press)

Ruse - Tersangka  yang diduga  bertanggung jawab atas tindak pemerkosaan dan pembunuhan terhadap jurnalis Bulgaria, Viktoria Marinova berhasil ditangkap. Pria asal Bulgaria tersebut ditangkap di Jerman.
 
Viktoria Marinova berusia 30 tahun ditemukan tewas, pada Sabtu 6 Oktober lalu. Jenazahnya ditemukan di jalur pejalan kaki di area yang dipenuhi pepohonan di wilayah Ruse. Penyelidikan menunjukkan, penyebab kematian Marinova adalah benturan keras di kepala dan sesak napas akibat cekikan.
 
Dilansir Reuters, Rabu (10/10/2018) Menteri Dalam Negeri Bulgaria Mladen Marinov mengatakan, penangkapan di Jerman dilakukan atas permintaan otoritas Bulgaria. Marinov mengharapkan agar Jerman segera mengekstradisi pria itu ke Bulgaria.
 
Penangkapan terjadi pada Selasa 9 Oktober waktu setempat di Kota Stade, tepatnya di rumah kerabat tersangka. Tersangka diidentifikasi Severin Krasimirov brusia 21 tahun. Tersangka berasal dari Ruse dan tinggal di taman dekat jenazah Marinova ditemukan.
 
Diketahui, tersangka meninggalkan Bulgaria pada Minggu 7 Oktober waktu setempat. Jaksa setempat menyebutkan, barang-barang Marinova seperti telepon genggam, kunci mobil, kacamata dan sebagian pakaiannya hilang saat jenazahnya ditemukan. Otoritas Bulgaria juga menyebut bahwa Marinova diperkosa sebelum dibunuh. Sejauh ini, motif pemerkosaan dan pembunuhan tersebut belum diketahui pasti.
 
Jaksa Agung Sotir Tsatsarov dalam konferensi pers menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah pembunuhan itu terkait dengan kinerja Marinova sebagai jurnalis investigasi atau soal yang lainnya.
 
Tsatsarov menyebutkan, sejumlah bukti yang didapatkan sejauh ini menunjukkan pemerkosaan dan pembunuhan itu dilakukan secara spontan. "Kami telah mengumpulkan banyak bukti, untuk sementara waktu menunjukkan orang itu (tersangka) yang bersalah," katanya.
 
Ia pun telah didakwa secara in absentia atas dua tindak kriminal, yakni pemerkosaan dan pembunuhan berencana dengan kekejaman secara ekstrem. "Kami belum bisa menyatakan pembunuhannya terkait dengan aktivitas profesionalnya. Kami akan terus menyelidiki seluruh dugaan yang mungkin," tegas Tsatsarov.
 
Diketahui, dalam acara televisi terakhirnya pada 30 September, Marinova memperkenalkan dua jurnalis yang tengah menyelidiki dugaan korupsi melibatkan dana Uni Eropa. Saat itu, Marinova menyatakan acaranya sendiri "Detector" yang tayang di televisi setempat  NTV akan melakukan penyelidikan serupa.
 
Sejauh ini, kematian Marinova telah memicu kemarahan publik Bulgaria. Terlebih saat ini banyak orang di Bulgaria yang merasa frustrasi dengan maraknya korupsi, dan peradilan tidak efektif yang telah dikritik oleh Komisi Eropa. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,