3 Pasutri Pesta Seks Tukar Pasangan di Surabaya Ditangkap

3 Pasutri Pesta Seks Tukar Pasangan di Surabaya Ditangkap

Tiga pasutri tukar pasangan di Surabaya diamankan di Mapolda Jatim. (foto - ist)

Surabaya - Pelaku  yang  juga sebagai otak kasus tukar pasangan  (swinger),  Eko Hardianto  (31)  mengaku depresi setelah ditangkap pihak kepolisian. Namun, ia enggan menjawab pertanyaan lebih rinci, terkait tujuannya melakukan swinger dengan pasutri lain.
 
"Maaf saya depresi, saya pingin tobat," kata Eko di ruangan penyidik Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (10/10/2018). Mengenai pengaruh swinger dalam hubungan rumah tangganya, Eko pun enggan menanggapi.
 
Menurutnya, semua pengakuannya sudah ia lontarkan kepada penyidik. Ia mengaku tak bisa menjelaskan lagi karena depresi. "Pengaruhnya nggak bisa jelasin lagi. Saya ga bisa banyak komen, saya pikirkan semuanya untuk tobat," katanya.
 
Seperti diketahui, kasus seks menyimpang dengan bertukar pasangan berhasil dibongkar pihak kepolisian. Sedikitnya tiga pasang suami istri (Pasutri) terjaring, saat dilakukan penggerebekan di sebuah hotel kawasan Jalan Diponegoro Surabaya.
 
Tersangka utama, yakni Eko warga Jalan Sumba Sidodadi Surabaya, yang berperan menawarkan pesta seks berganti pasangan melalui media sosial Twitter. Istri sah tersangka berinisial ID juga diajak dalam melakukan pesta itu. Dua pasangan lainnya AG dan istrinya RD serta ARP dan istrinya DYA, juga turut serta dalam pesta seks itu.
 
Berdasarkan keterangan Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Juda Nusa Putra, pada Agustus 2018 lalu Subdit IV Renakta melakukan penyelidikan terhadap akun twitter bernama @ekodok87/ @pasutri94, yang diduga menyediakan layanan soft party dan threesome serta hubungan seks dengan cara bertukar pasangan.
 
"Kami selidik dan mendapatkan informasi, akan diadakan pesta seks dengan tiga pasangan suami istri sah yang diadakan di salah satu hotel bintang tiga di Surabaya," kata AKBP Juda Nusa Putra. Dalam pesta seks itu setiap pelanggan dikenakan tarif Rp 750 ribu untuk dapat bergabung.
 
"Dari hasil lidik pada Minggu 7 Oktober sekitar pukul 20.30 WIB, kami melakukan penggerebekan. Saat itu ditemukan tiga pasangan dalam keadaan telanjang bulat sedang melakukan hubungan badan," tegas Juda.
 
Dari penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp 750 ribu, 6 buah buku nikah, 9 pakaian dalam, 2 buah kondom dan 1 buah HP merk Samsung A5. "Pelaku disangkakan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP, dengan ancaman penjara 4 tahun," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,