Waduk Jatiluhur Kian Menyusut Ancam Pasok Listrik Jawa-Bali

Waduk Jatiluhur Kian Menyusut Ancam Pasok Listrik Jawa-Bali

Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta. (foto - ist)

Bandung - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, cemas bila turunnya volume air di Waduk Jatiluhur akan berdampak pada produksi listrik Jawa-Bali. Menurutnya, penurunan volume air pada waduk yang terletak di Kabupaten Purwakarta itu kurang lebih sekitar 13 meter.
 
"Jika penurunannya sampai titik terparah, bendungan yang lain terkendala sehingga listrik Jawa-Bali bisa krisis," kata Emil. Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan melaksanakan modifikasi cuaca atau hujan buatan, untuk mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah daerah. Rencananya akan dilaksanakan pekan depan itu dibantu oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
"Saya ambil keputusan mulai minggu depan minimal 20 kali (penerbangan) dengan BPPT modifikasi cuaca, untuk mencoba menghadirkan hujan di bendungan-bendungan yang dimaksud,” ujarnya.
 
Diharapkan, langkah itu dapat meringankan krisis ketersediaan air layak konsumsi di PDAM yang akhir-akhir ini tengah terjadi. "Mudah-mudahan dengan keputusan ini sumber air waduk jadi normal. Krisis PDAM bisa dikurangi dengan rekayasa teknologi,” katanya.
 
Anggaran untuk melaksanakan modifikasi cuaca sebanyak 20 kali dalam satu pekan itu berasal dari Pemprov Jabar dan BBWS.  "Bendungan prioritas Jatiluhur (untuk hujan buatan) karena turunnya ekstrem," tegasnya.

Selain Jatiluhur, Waduk Jatigede juga mengalami penurunan volume air. Dari total volume daya tampung hampir satu miliar meter kubik, kini tinggal tersisa 29 persen atau sekitar 290 meter kubik akibat kekeringan.

"pada bulan Oktober ini kita harap mulai hujan, ternyata belum ada juga. Kita harapkan hujan mulai turun, agar ada inflow (air masuk) ke Waduk Jatigede," kata Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Happy Mulya.

Ia mengatakan, selain Waduk Jatigede ada tiga tempat lain yang mengalami krisis, yaitu Waduk Jatiluhur, Saguling dan Cirata. "Ini harus segera dilakukan modifikasi cuaca. Kalau tidak petani teriak karena kekurangan air," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,