Kasus Jual Beli Bayi lewat Instagram Pembeli pun Diringkus

Kasus Jual Beli Bayi lewat Instagram Pembeli pun Diringkus

Kasus Jual Beli Bayi lewat Instagram Pembeli pun Ditangkap. (foto - ist)

Surabaya - Kasus  jual  beli  bayi  lewat Instagram terus ditelusuri pihak kepolisian, dengan menangkap seorang tersangka lain berinisial MN (24), warga Karah Surabaya. MN ditangkap di rumah kosnya, Minggu 14 Oktober 2018.
 
Tak hanya meringkus MN, polisi juga mengamankan bayi disertai surat pernyataan dan kuitansi pembelian bayi senilai Rp 2,7 juta. Ketika dijual, bayi itu masih berusia 3 hari. Saat ini, bayi tersebut berumur 13 hari.
 
Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan, polisi masih memburu ibu kandung bayi tersebut. Pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas lengkap sang ibu. Ibu yang tega menjual anaknya itu kabarnya masih di Bandung.
 
"Kami masih dalami terkait peran si ibu. Apakah ia terlibat langsung atau tidak. Saat ini korban kami amankan di yayasan di Surabaya karena usianya baru 1 mingguan," kata Rudi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (15/10/2018).
 
Ia menjelaskan, kasus itu berawal dari pertemuan Alton, pengelola akun Instagram @konsultasihatiprivate, dengan Mafazza di Sidoarjo. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum Alton tertangkap. Saat itu MN ingin mengadopsi anak karena takut dicerai suaminya.
 
Alton menyanggupi keinginan Mafazza, lalu Alton mencari ibu yang ingin menyerahkan anaknya melalui Instagram. Alton pun kemudian menemukan seorang ibu asal Bandung yang ingin menyerahkan anaknya untuk diadopsi.
 
Alton berangkat ke Bandung untuk mengambil si bayi dari ibunya dengan bantuan seorang perantara bernama Yuvi. Setelah itu, bayi diserah-terimakan di Bandung dan dibawa ke Surabaya. "Transaksi pembayaran itu terjadi antara MN dengan Alton," tegas Rudi.
 
Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Agung Widoyoko mengatakan, sebenarnya MN membayar Rp 3,8 juta kepada Alton. Rinciannya, Rp 3,5 juta sebagai biaya persalinan yang diminta si ibu kandung. "Uang itu sudah ditransfer kepada ibu kandung si bayi oleh Alton. Namun ibu kandungnya nggak tahu saya," kata Agung.
 
Sedangkan uang sebesar Rp 300 ribu dibayar MN sebagai biaya transpor Alton ke Bandung dan kebutuhan perawatan si bayi. Ada juga biaya tambahan lain yang memang tidak tertulis pada kuitansi.
 
MN membenarkan nominal itu. Ia mengatakan, si ibu kandungnya sendiri yang meminta pergantian biaya persalinan Rp 3,5 juta. "Alasan kedua, memang saya ingin merawat anak. Karena saya sudah 2 tahun nggak punya anak. Suami saya tahu. Saya sudah bilang ke mas Alton, apapun yang terjadi, saya tetap ingin merawat bayi itu," aku MN.
 
Mengenai berapa jumlah uang yang diterima setelah mentransfer Rp 3,5 juta kepada si ibu kandung, Alton malah mengaku tekor. Ia mengaku membiayai sendiri perjalanan ke Bandung untuk mengambil bayinya.
 
Alton mengatakan, ingin membantu nasib pernikahan MN yang akan diceraikan suaminya jika tidak segera memberi anak. Namun, Alton mengaku belum sempat bertemu dengan suaminya. "Saya sama si ibu kandung sudah sepakat akan bertemu suaminya MN. Nanti, soal surat-surat keterangan lahir dan kuitansi, saya kasih ke mbak MN," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,