5 Tersangka Diamankan Terkait Jual Beli Bayi via Instagram

5 Tersangka Diamankan Terkait Jual Beli Bayi via Instagram

Tersangka praktik jual beli bayi diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya. (foto - ist)

Surabaya - Jajaran  Unit  Jatanras  Satreskrim  Polrestabes  Surabaya  terus  berupaya  membongkar  praktik jual - beli bayi melalui Instagram. Sejauh ini, polisi berhasil meringkus lima tersangka, terutama pemilik akun berinisial AP (29), warga Sawunggaling Sidoarjo.
 
Berdasarkan keterangan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, tersangka yang belakangan ditangkap berinisial MN (24) merupakan salah satu adopter atau pembeli bayi. "Bayi itu lahir di Bandung. Kita masih menelusuri dan mendalami peran ibunya apakah terlibat atau tidak," katanya.
 
Lima tersangka yang kini sudah diamankan, yakni pemilik akun AP, LA (22) warga Bulak Rukem Surabaya yang merupakan ibu penjual bayi, KS (66) bidan non-aktif warga Badung Bali, NS (36) pembeli bayi warga Badung Bali dan MN.
 
Pengungkapan kasus itu bermula saat Tim Cyber Patrol Polrestabes Surabaya menelusuri sebuah akun Instagram milik AP, yang tampak seperti akun yayasan sosial peduli anak. Polisi menemukan bukti penjualan anak melalui akun Instagram "Konsultasi Hati" itu.
 
Dalam akun tersebut, tersangka meminta para calon ibu terutama yang sedang hamil di luar nikah, untuk tidak menggugurkan kandungannya. Selanjutnya, ia menawarkan adopter untuk membiayai kehidupan bayi yang dilahirkan tersebut.
 
MN sendiri mengaku membeli bayi saat masih berusia 3 hari yang ditawarkan melalui Instagram. Bayi yang dibeliwWarga Jalan Karah Surabaya itu merupakan anak seorang mahasiswi, yang diduga sengaja menjual bayi karena merupakan hasil hubungan gelap.
 
Kepada polisi, MN yang sudah 2 tahun menikah itu mengaku membeli bayi karena khawatir dicerai sang sumai, yang sudah dinikahi selama dua tahun tapi tak kunjung memiliki anak. Barang bukti yang diamankan, antara lain surat keterangan lahir, surat pernyataan penyerahan bayi, kuitansi pembayaran Rp 2.300.000, kuitansi pembayaran Rp 441.500 dan 1 unit HP Iphone 7.
 
Kepada polisi, AP mengaku menjual setiap bayi dengan harga Rp 22 juta. Dari harga itu, dirinya mengambil komisi Rp 2,5 juta. Sedangkan sisanya dibagi untuk ibu pemilik bayi Rp 15 juta, dan bidan yang bertugas sebagai perantara Rp 5 juta.
 
Sebelumnya, bayi laki-laki berusia 11 bulan itu berhasil ditemukan dan diserahkan ke pihak keluarga. Sementara  bayi laki-laki usia 13 hari yang baru saja diamankan polisi, untuk sementara dititipkan di sebuah yayasan di Surabaya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,