Digeledah, Rumah Mewah Bupati Bekasi Dijanjikan 13 Miliar

Digeledah, Rumah Mewah Bupati Bekasi Dijanjikan 13 Miliar

Rumah milik Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin di Jalan Raya Citarik Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi. (foto - ist)

Bekasi - Rumah pribadi milik Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang berada di Jalan Raya Citarik Kampung Bugel Salam Kelurahan Sertajaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, tak luput dari penggeledahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (17/10/2018).
 
Selain itu, KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi. "Ya, ada penggeledahan di Dinas PTSP dan rumah bupati," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
 
Seperti diketahui, Neneng langsung ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka. Belum diketahui politisi Partai Golkar itu ditangkap di rumah pribadi atau di tempat lain. Rumah yang didominasi cat putih itu diperindah dengan enam pilar tinggi di bagian depan, sehingga tampak megah.
 
Terdapat lampu besar yang diletakkan di plafon halaman rumah bagian tengah. Meski terlihat megah, rumah itu sulit terlihat dari luar karena dibentengi tembok dan pagar tinggi. Lima mobil mewah berplat hitam dan dua mobil berplat merah pun tampak berjejer di halaman rumah Neneng.
 
Sejumlah petugas keamanan tampak berjaga di pos keamanan rumah Neneng. Halaman rumah yang luas dipercantik dengan adanya sejumlah tanaman bunga dan tanaman serta rerumputan. Rumah wanita yang lahir di Karawang itu tentu berbeda dengan rumah warga lain di sekitarnya.
 
SebelumnyaKPK juga menyita dua unit mobil yang digunakan saat terjadi transaksi suap, yakni Toyota Avanza dan Kijang Innova. Diketahui, Neneng merupakan kepala daerah ke-99 yang dijadikan tersangka oleh KPK sejak 2004. Kasus yang melibatkan Neneng sebagai OTT ke-23 pada 2018. 
 
Neneng merupakan Bupati Bekasi yang kembali terpilih pada periode kedua. Pada periode pertama tahun 2012, ia terpilih sebagai orang yang memimpin Kabupaten Bekasi bersama wakilnya, Rohim Mintareja.
 
Dalam kasus itu, Neneng selaku bupati dan para kepala dinas di Pemkab Bekasi diduga dijanjikan uang senilai Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Saat dilakukan operasi tangkap tangan (OTT), baru terjadi penyerahan uang sebesar Rp 7 miliar.
 
Pemberian uang itu terkait pengurusan perizinan proyek Meikarta di Cikarang Kabupaten Bekasi. KPK juga telah menetapkan tiga kepala dinas dan satu pejabat sebagai tersangka. Masing-masing Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bekasi Jamaluddin dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor.
 
Selain itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati. KPK juga telah menetapkan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi sebagai tersangka. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,