Bos PT SBL Divonis Dua Tahun dalam Kasus Penipuan Umrah

Bos PT SBL Divonis Dua Tahun dalam Kasus Penipuan Umrah

Sidang bos PT SBL di Pengadilan Negeri Bandung. (foto - ist)

Bandung - Majelis hakim mengganjar dua tahun penjara terhadap bos PT Solusi Balad Lumampah (SBL) Aom Juang Wibowo Sastraningrat, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (18/10/2018).
 
Sementara terdakwa lainnya, Ery Ramdani divonis satu tahun enam bulan. Hakim menyatakan, keduanya bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang (TPPU), sesuai Pasal 378 KUHPidana dan TPPU Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan TPPU.
 
"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun untuk terdakwa Aom Juang Wibowo Sastraningrat dan denda Rp 100 juta ,‎dengan ketentuan jika tidak dibayar diganti pidana kurungan 3 bulan," sebut Hakim Judijanto yang memimpin jalannya sidang.
 
Dalam sidang yang sama Hakim Tardi membacakan vonis untuk terdakwa Ery Ramdani. "Menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa Ery Ramdani dengan pidana 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta, dengan ketentuan jika tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," katanya.
 
‎Selain itu, 88 aset milik terdakwa yang terbukti hasil tindak pidana pencucian uang disita, untuk dikembalikan lagi ke jemaah melalui terdakwa. "Barang bukti dari 1 sampai 88 dikembalikan lagi ke asosiasi jemaah, yang sudah dibentuk berdasarkan akta notaris melalui terdakwa," kata Tardi.
 
Salah satunya, aset tanah dan bangunan di Jalan Dewi Sartika senilai Rp 30 miliar lebih, kendaraan roda dua dan empat serta uang tunai lebih dari Rp 2 miliar. Ada juga aset bergerak yang dikembalikan lagi ke perusahaan pembiayaan karena masih dalam cicilan.
 

Dalam pertimbangannya, Aom gagal memberangkatkan 12.845 calon jemaah karena uang jemaah yang disetorkan pada dua terdakwa, digunakan untuk kepentingan pribadi. "Salah satunya tanah dan bangunan, bonus uang, kendaraan serta vila untuk agen perekrut calon jemaah‎ hingga kendaraan pribadi," ujar Hakim Judijanto.

 

 

Namun, dari 12.845 calon jemaah itu, sebagian telah diberangkatkan umrah dan dikembalikan uangnya, sehingga tersisa 2.501 calon jemaah yang belum diberangkatkan. Aset milik Aom yang dijadikan barang bukti berjumlah 88 item diminta untuk dijual, dan uangnya dikembalikan ke calon jemaah yang belum berangkat berjumlah 2.501 orang. (Jr.)**
.

Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait