Perempuan Venezuela Jadi PSK di Kolombia untuk Keluarga

Perempuan Venezuela Jadi PSK di Kolombia untuk Keluarga

Perempuan Venezuela jadi PSK di Kolombia untuk kebutuhan keluarga. (foto - DW)

Bogota - Sejumlah  perempuan  Venezuela  pergi ke  negara  tetangga Kolombia untuk mencari nafkah, guna menghidupi keluarga mereka akibat krisis ekonomi yang mendera negaranya.
 
Seperti dilansir AFP, tanpa mengantongi paspor dan dokumen penting lainnya, mereka yang di negara asalnya bekerja sebagai guru atau pun polisi tersebut terpaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Kolombia.
 
Salah satunya dialami Alegria (bukan nama sebenarnya) yang berprofesi sebagai guru sejarah dan geografi di Venezuela. Namun, dengan hiperinflasi kronis yang melanda negaranya, perempuan itu hanya mendapatkan gaji 312.000 bolivar per bulan (sekitar 1 dolar AS).
 
Ibu satu anak berumur 4 tahun itu pada Februari lalu coba menyeberangi perbatasan dan masuk ke Kolombia. Awalnya ia bekerja sebagai pelayan di restoran selama tiga bulan. Namun perempuan berumur 26 tahun itu tak mendapat gaji tetap, tapi hanya uang tip dari para tamu restoran.
 
"Saya mengirimkan uang tip itu untuk keluarga di Venezuela," katanya. Enam orang termasuk putranya bergantung pada dirinya. Hingga akhirnya Alegria sampai di Kota Calamar yang menjadi pusat peredaran narkoba.
 
Di sebuah bar di kota berpenduduk 3 ribu orang itu tiap malam Alegria menjajakan dirinya ke pria hidung belang. Dari setiap pelanggan, ia mendapatkan 37 ribu hingga 50 ribu peso (11-16 dolar AS), dan 7 ribu peso diserahkan kepada manajer bar. Namun di 'malam yang baik' ia bisa mendapatkan antara 30 dan 100 dolar AS.
 
Hal yang sama dialami Patricia, ibu tiga orang anak yang bekerja di sebuah rumah bordil di Calamar. Perempuan 30 tahun itu pernah dipukuli dan disodomi oleh klien yang mabuk. "Ada pelanggan yang memperlakukan kami dengan buruk dan itu mengerikan," katanya.
 
Sementara perempuan lainnya. Pamela (20) yang tadinya bekerja sebagai polisi di Venezuela, terpaksa menjadi PSK di rumah bordil di Calamar selama beberapa bulan. Namun setelah hamil, ia menggugurkan kandungannya dan pergi ke Bogota.
 
Kini, ia bekerja sebagai pelayan dengan upah 10 dolar AS per hari. Jumlah itu hanya 10 persen dari apa yang bisa didapatnya saat bekerja di rumah bordil di Calamar. Namun ia telah memutuskan untuk berhenti melacurkan diri.
 
Belakangan ini, sekitar 60 perempuan Venezuela bekerja sebagai PSK di Calamar. Berdasar laporan PBB, sekitar 1,9 juta warga Venezuela telah meninggalkan negeri yang dilanda krisis ekonomi sejak tahun 2015. (Jr.)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait