Pasar Legi Solo Terbakar Hanguskan Ratusan Kios Pedagang

Pasar Legi Solo Terbakar Hanguskan Ratusan Kios Pedagang

Kebakaran Pasar Legi di Jalan Letjen S. Parman Solo Jateng. (foto - ist)

Solo - Kebakaran  melanda Pasar  Legi  Solo Jateng.  Api di pasar tradisional terbesar yang berada di Jalan Letjen S Parman Kota Surakarta itu terus membesar, yang meluluhlantakkan ratusan kios milik pedagang, Senin (29/10/2018) sekitar pukul 16.45 WIB.
 
Berdasarkan gambar yang beredar di media sosial, kebakaran terjadi di bangunan sisi barat pasar. Tampak api membakar atap di samping tulisan Pasar Legi.  Petugas damkar sudah berada di lokasi kejadian berupaya memadamkan api.
 
Kepala Dinas Perdagangan Surakarta Subagiyo mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Penyebab kebakaran belum diketahui. "Ini sisi utara - barat yang terbakar. Penyebabnya belum diketahui," katanya.
 
Akibat kebakaran tersebut ratusan kios pedagang tak bisa diselamatkan. Sedangkan jumlah kios yang terbakar mencapai ratusan unit. Mulai dari kios yang berada di sisi barat dan utara hingga terus merembet ke kios di sekitarnya.
 
"Objek yang terbakar diperkirakan di atas sekitar 250 kios dan kalau melihat sebagian sisi barat utara terbakar semua," kata Subagiyo. Tim keamanan pasar sudah berusaha untuk memadamkan api saat diketahui ada korsleting.
 
"Dari laporan ke saya, tadi waktu api muncul tim keamanan sempat berusaha memadamkan api, sudah 39 APAR tapi api terus membesar," tegas Subagiyo. Sumber api berasal dari kios kelontong yang berada di lantai dua sisi barat utara pasar.
 
Menurut penuturan sejumlah pedagang, api mulai muncul di salah satu kios di lantai dua. "Pas muncul sudah ada upaya pemadaman, tapi api terus membesar karena di lantai dua yang terbakar kios bahan kering seperti mi instan," kata pedagang.
 
Sejauh ini, petugas masih terus melakukan upaya pemadaman karena api terus membesar ditiup angin yang kencang di lokasi kejadian. Sejumlah mobil pemadam kebakaran pun terus berdatangan untuk memadamkan api. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,