Satpol PP Kota Bandung Kerap Razia PSK

Satpol PP Kota Bandung Kerap Razia PSK

Plt Kasatpol PP Kota Bandung, Meivy Adha Krisnan. (Foto : Cikalnews/ADE)

Bandung – Untuk mensukseskan program Bandung Juara yang salah satunya mewujudkan kondisi Kota Bandung menjadi lebih agamis, Satpol PP Kota Bandung kerap melakukan operasi pada para PSK (Pekerja Seks Komersil). 

Operasi atau razia PSK ini kerap dilakukan didaerah yang rawan dijadikan tempat mangkal PSK seperti di daerah Alun-Alun, Kota Bandung, Jl. Otista, Kota Bandung, hingga kawasan Tegalega, Kota Bandung.

 

Menurut penuturan Plt Kepala Satpol PP Kota Bandung, Meivy Adha Krisnan, operasi razia PSK ini rutin dilakukan untuk menegakan Perda K3 khususnya di Pasal 49 ayat 1, disana dijelaskan dilarang menjajakan diri dan melakukan perbuatan asusila karena mengganggu ketertiban umum.

“Kita setiap Minggu rutin menggelar razia PSK ke tempat penginapan atau pinggir jalan, di samping itu digelar juga operasi yustisi untuk melihat KTP dan asal mereka,” tutur Meivy di Plaza Balai Kota Bandung. Selasa (25/11/2014).

 

Jika ternyata para PSK yang terjaring razia Satpol PP itu bukan orang asli Kota Bandung atau ber KTP luar kota maka mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya atau dilakukan rehabilitasi di Panti Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

 

“Para PSK biasa dilakukan sidang tipiring (tindak pidana ringgan) mereka diwajibkan membayar denda saat sidang. Selain sidang tipiring mereka juga biasanya akan di bawa untuk direhabilitasi oleh Dinas Sosial. Di tempat rehabilitasi para PSK akan diberikan berbagai keterampilan kerja agar mereka tidak kembali bekerja sebagai PSK,” ungkap Meivy.

 

Paska ditutupnya tempat prostitusi Saritem, Kota Bandung, para PSK kerap menjajakan dirinya di jalanan Kota Bandung. Hampir setiap malam sering kita jumpai berbagai sosok kupu-kupu malam berada di sekitaran Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Asia Afrika, Jl. Braga, Jl. Otista, Jl. Dalem Kaum, Kota Bandung dan beberapa lokasi lainnya. 

Secara tidak langsung keberadaan mereka bisa mengganggu aktifitas masyarakat apalagi di daerah agamis.(Ode)**  

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,