Kisah Dilan & Milea Berlanjut, Syuting Mulai Awal November

Kisah Dilan & Milea Berlanjut, Syuting Mulai Awal November

Peluncuran 'Dilan 1991' di Bandung. (foto - ist)

Bandung - Kisah  antara  Dilan  dan  Milea segera  berlanjut, setelah sebelumnya sukses meraup 6,3 juta penonton. Masih dari novel karya Pidi (Ayah) Baiq, film Dilan 1991 siap melaksanakan syuting pad 3 November 2018.
 
Karakter utama Dilan dan Milea masih dipercayakan kepada Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Sementara penulis skenario dipercayakan kepada Titien Wattimena dan Pidi Baiq.
 
Produser Ody Mulya Hidayat dari Max Pictures mengatakan, setelah Dilan 1991 syuting akan berlanjut dengan film Milea. Hal itu untuk mengejar sebelum perubahan fisik terjadi pada Iqbaal dan Vanesha.  Selain itu, banyak permintaan dari penggemar Dilan dan Milea yang menginginkan sekuel film itu segera tayang.
 
"Awalnya kami berencana merilis Dilan 1991 di akhir 2018, tapi ternyata enggak terkejar. Akhirnya, kami akan syuting dua film sekaligus. Untuk Dilan 1991 rencananya tayang 2019, dan Milea tahun depannya," sebut Ody dalam peluncuran "Dilan 1991" di The Jayakarta Jalan Ir. H Juanda Bandung, Senin (29/10/2018).
 
Sutradara Dilan 1991 Fajar Bustomi menyebutkan, kunci film besutannya adalah para pemain. Fajar mengaku, ia merasa deg-degan untuk memulai syuting Dilan 1991. Pasalnya, banyak yang berharap film itu segera tayang.
 
"Tingginya harapan penggemar kisah ini membuat saya lebih berhati-hati membuat Dilan 1991. Saya enggak mau asal bikin ini. Saya senang, karena semangat para pemain masih gaspol. Alhamdulillah proses reading juga lancar," katanya.
 
Ia menambahkan, syuting film Dilan 1991 dan Milea memang bareng. Namun skenarionya ditulis satu per satu. Setelah Dilan 1991 selesai, Fajar dan timnya baru akan syuting Milea. "Dibanding Dilan 1990, proses praproduksi Dilan 1991 enggak sulit. Saya senang saat baca skenarionya. Buat saya, dialog di Dilan 1991 akan lebih mengena," tegas Fajar.
 
Iqbaal Ramadhan mengatakan, dirinya senang sekaligus deg-degan. Menurutnya, kesuksesan Dilan 1990 memberi beban untuk dirinya. Ia juga menurunkan berat badannya hingga 12 kg. "Pola pikir penonton Dilan 1991 sudah punya ekspektasi dan standar. Saya pengin di Dilan 1990 bisa kasih 100 persen, di Dilan 1991 harus bisa 1.000 persen," katanya.
 
Ia menambahkan, tak sulit menumbuhkan lagi chemistry dengan Vanesha. Meski mereka sudah hampir satu tahun sibuk dengan kegiatan masing-masing, saat bertemu Iqbaal dan Vanesha langsung menyamakan frekuensi.
 
Saat bertemu Vanesha, mereka seperti kawan lama yang sudah lama tak jumpa. "Dari segi karakter, tentu ada perbedaan. Di Dilan 1990, karakter Dilan selalu terlihat senang dan bikin nyaman Milea. Kalau di Dilan 1991, baru diperlihatkan sisi lain Dilan yang bisa rapuh, sedih dan galau. Lapisannya Dilan lebih dalam dan saya lebih eksplorasi untuk pengembangan karakter," katanya.
 
Sementara Vanesha juga mengaku tak sulit memunculkan kembali chemistry. Sudah satu tahun tak bertemu karena aktivitas masing-masing, Vanesha dan Iqbaal langsung banyak ngobrol saat bertemu. "Aku nonton lagi Dilan 1990, dan baca novelnya. Aku sempat reading sama Mas Fajar sampai nangis," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Film,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait