Cable Car Bernilai Triliunan Dibangun di Kawasan Lembang

Cable Car Bernilai Triliunan Dibangun di Kawasan Lembang

Rute yang disepakati mulai dari objek wisata Farmhouse - Floating Market - Maribaya - The Lodge Kecamatan Lembang. (foto - ist)

Bandung - Pembangunan  kereta  gantung  (cable  car)  di  kawasan  Lembang  Kabupaten  Bandung  Barat  (KBB)  segera dilaksanakan. Nota kesepahaman telah ditandatangani Pemkab Bandung Barat melalui Badan Usaha Milik Daerah PT Perdana Multiguna Sarana, dan PT Aditya Dharmaputra Persada yang menggarap proyek itu.
 
"Dengan disaksikan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, MoU sudah ditandatangani pada 30 Oktober, hanya tinggal buat perjanjian kerja sama. Targetnya, akhir November sudah groundbreaking," kata Direktur PT PMGS Denny Ismawan, Kamis (1/11/2018).
 
Menurutnya, proyek itu akan dikerjakan oleh PT Aditya yang berafiliasi dengan Dopplemayr, perusahaan asal Austria yang berpengalaman membangun cable car. Jika terwujud, cable car di Bandung Barat akan menjadi sarana transportasi publik pertama yang dibangun di Indonesia.
 
Saat ini, tengah dilakukan berbagai kajian untuk menggarap proyek yang disebut-sebut bernilai triliunan rupiah itu. Mulai dari penentuan jalur, perizinan hingga hal-hal teknis, seperti jumlah unit, panjang rute dan biaya tiket.
 
"Semua itu akan dimatangkan sambil berjalan. Yang jelas, ketika sudah ada MoU, ada keseriusan untuk mewujudkan pembangunan cable car, sehingga bukan lagi sebagai wacana," katanya.
 
Denny menjelaskan, rute sementara yang disepakati yakni dari objek wisata Farmhouse - Floating Market - Maribaya - The Lodge, semua berlokasi di Kecamatan Lembang. Rencananya, akan dibangun beberapa cable car dengan kapasitas 8 orang/unit, yang akan melewati sejumlah tempat wisata.
 
Pembiayaan cable car tersebut ditanggung sepenuhnya oleh investor, sehingga tidak menggunakan APBD. Sedangkan mekanisme kerja samanya berupa public-private partnership, dengan keuntungan bagi hasil dari penjualan tiket. "Berapa persentase bagi hasilnya, itu akan dibicarakan nanti. Namun untuk pembangunan itu BUMD tidak mengeluarkan biaya," tegas Denny.
 
Keberadaan cable car diyakini bakal mengurai kemacetan di kawasan Lembang, terutama saat akhir pekan dan libur panjang. Sebab, selama ini arus lalu lintas terpaku di jalur utama Jalan Raya Lembang - Bandung.
 
Bahkan, beberapa jalur alternatif pun kerap dipadati kendaraan yang melintas. Hal itu disebabkan karena semakin meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahunnya, sedangkan lebar jalan cenderung tetap. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,