Jenazah Andika Tiba di Bandara Soetta Lalu Dibawa ke Bandung

Jenazah Andika Tiba di Bandara Soetta Lalu Dibawa ke Bandung

Jenazah Andika tiba di Bandara Soekarno Hatta disemayamkan sejumlah anggota Mahitala Unpar. (foto - Mahitala Unpar)

Jakarta - Sejumlah anggota Mahitala Universitas Parahyangan (Unpar) dan sejumlah rekan pencinta alam dari Wanadri dan Skygers Bandung, menyambut kedatangan jenazah Andika Pratama di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Minggu (4/11/2018) malam.
 
Jenazah disemayamkan dan didoakan untuk kemudian langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Arcamanik Kota Bandung. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Sidorukun, Senin 5 November 2018 pukul 07.00 WIB.
 
Andika adalah lulusan Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unpar Bandung angkatan 2001. Setelah masuk Unpar, pria kelahiran Bandung 2 Juni 1983 itu lalu bergabung dengan Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Mahitala Unpar.
 
Andika yang akrab disapa Bram dikenal pendiam namun sangat mudah membantu dan setia kawan. Ia juga dikenal sabar dalam mendampingi teman seperjalanan atau kliennya selama melaksanakan pendakian di gunung.
 
"Semangat dan semua kebaikannya terus menginspirasi kita dalam perjalanan hidup selanjutnya," sebut Fiona Ekaristi Putri, mantan Ketua Dewan Pengurus Mahitala Unpar. Aktivitasnya di gunung berlanjut setelah lulus kuliah dan bergabung dengan CV Cesta Adventure, yang didirikan sesama anggota Mahitala.
 
Perusahaan yang kini bernama Indonesia Expeditions itu menyediakan jasa memandu pendakian di gunung di seantero dunia. Di perusahaan itu Andika bekerja sebagai pemandu gunung, bersama Sofyan Arief Fesa dan Xaverius Frans, dua pendaki Tujuh Puncak Dunia pertama dari Indonesia.
 
Saat kejadian di Lembah Kuning, Dika bersama Arlen (pemandu lainnya) tengah memandu enam pendaki dari Rusia untuk menggapai puncak Carstensz Pyramid (4.884 m). Insiden terjadi di ketinggian 4.400 meter, saat Dika bersama tim memanjat dari Lembah Kuning menuju Teras 1.
 
Meski mengenakan helm, Dika terluka parah di kepala bagian kiri dan meninggal seketika di lokasi kejadian. Evakuasi ke Timika menggunakan helikopter sempat terkendala cuaca hingga akhirnya jenazah baru bisa dievakuasi pada Minggu. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,