Tanah Mendadak Retak 300 M, Warga Banjarnegara Was-was

Tanah Mendadak Retak 300 M, Warga Banjarnegara Was-was

Retakan tanah terjadi di Desa Danareja Kecamatan Purwanegara Banjarnegara Jateng. (foto - BPBD Banjarnegara)

Banjarnegara - Retakan tanah terjadi di Desa Danareja Kecamatan Purwanegara Banjarnegara Jawa Tengah, Sabtu 3 November sore. Tanah khususnya di wilayah RT 01 dan RW 03 dan 06 itu retak, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu.
 
Retakan tanah memanjang hingga sekitar 300 meter. Tak hanya satu retakan, beberapa retakan juga muncul sekaligus dengan panjang bervariasi membentuk tapal kuda. Kedalaman retakan bervariasi, antara beberapa sentimeter hingga tiga meter dengan lebar sekitar 40 centimeter.
 
Berdasarkan keterangan ketua RT setempat, saat turun hujan deras air yang mengalir dari sekitar pekarangan dan perumahan warga langsung hilang meresap ke dalam lubang retakan.
 
"Titik retakan tanah berada di wilayah RT 01, satu bidang tanah milik Bapak Imam W (62) dan satu bidang tanah milik Slamet R (70)," kata Staf Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Anis Hamidi, Senin (5/11/2018).
 
Retakan tanah juga menyebabkan rumah keluarga Ahmad Sahroni (55) rusak. Dinding dan lantai yang dihuni lima jiwa itu retak-retak dengan panjang bervariasi. Rumah itu memang terletak tepat di samping dan berada di lingkaran retakan tanah. "Menurut keterangan pemilik rumah dan ketua RT, kejadian tersebut baru pertamakali terjadi di awal musim hujan tahun ini," kata Anis.
 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Arif Rachman menduga, perubahan mendadak itu menyebabkan tanah retak tiba-tiba. Tanah retak itu juga disebabkan kontur tanah miring dan jenis tanahnya.

 

 

Namun, Arif tak berani menyebut retakan itu berpotensi memicu gerakan tanah atau longsor karena perlu kajian mendalam. Oleh kananya, BPBD berencana mengundang Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG, untuk meneliti retakan yang membentuk tapal kuda ini.
 
Retakan adalah salah satu tanda pergerakan tanah atau longsor. Meski begitu, Arif meminta agar warga mewaspadai bertambah lebarnya retakan itu dengan menguruknya menggunakan tanah. Dengan begitu, air tak masuk ke rekahan tanah dan tak memicu potensi bencana lainnya.(Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,