Rangka Bailey Selesai 3 Hari Tangani Jembatan Cipatujah

Rangka Bailey Selesai 3 Hari Tangani Jembatan Cipatujah

PUPR kirim rangka Bailey untuk menanggulangi Jembatan Pasanggrahan di Cipatujah Tasikmalaya. (foto - Kementerian PUPR)

Tasikmalaya - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) langsung menangani kerusakan jembatan Pasanggrahan di Cipatujah Kabupaten Tasik. Jembatan sepanjang 127 meter itu putus pada bentang tengah tergerus akibat banjir bandang, Selasa (6/11/2018) dinihari.
 
Direktur Preservasi Jalan Atyanto Busono saat ini juga sedang di perjalanan menuju lokasi kerusakan jembatan. "Lokasi jembatan itu jaraknya sangat dekat dengan muara laut,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Jabar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Andri Irfan.
 
Menurutnya, dari tiga bentang jembatan yang rusak bentang tengahnya akibat terjangan banjir. Untuk itu Ditjen Bina Marga sedang mengirimkan rangka jembatan bailey dari workshop milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VI) di Cikampek Jabar.
 
"Kami perkirakan rangka bailey akan sampai di lokasi besok sore, sebagai informasi kondisi di lapangan saat ini genangan air masih tinggi dan juga hujan,” tegas Irfan.
 
Rangka jembatan bailey yang dikirim ke lokasi panjangnya berkisar 70 - 80 meter. Jika rangka itu tiba, Irfan memperhitungkan butuh waktu 2-3 hari untuk perbaikan jembatan yang menghubungkan Pameungpeuk Kabupaten Garut dengan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya.
 
Jembatan Cipatujah berada di ruas jalan Cikaengan - Cipatujah sekitar 201 km dari Bandung. Jembatan beton itu dibangun tahun 2006. Awalnya jembatan itu merupakan jembatan provinsi yang kemudian diserahkan kepada pusat.
 
Irfan menjelaskan, melihat kondisi kerusakan ada kemungkinan jembatan akan ditangani secara permanen. Sebab jalur itu bisa dikatakan satu-satunya jalan penghubung. Jika akan memakai jalur pengalih maka pengendara harus memutar lebih jauh. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,