Ratusan Jiwa Desa Bojongsari Culamega Terisolir usai banjir

Ratusan Jiwa Desa Bojongsari Culamega Terisolir usai banjir

Rumah di Desa Bojongsari Kecamatan Culamega Tasikmalaya terkena imbas banjir dan longsor. (foto - Tagana Kabupaten Tasikmalaya)

Tasikmalaya - Taruna Siaga Bencana  (Tagana)  Kabupaten Tasikmalaya fokus mengevakuasi korban yang terseret banjir di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Sejauh ini desa di Kecamatan Culamega belum sepenuhnya ter-assessment, karena tim fokus di kawasan Cipatujah dan Karangnunggal.
 
"Petugas yang bisa tembus ke Kecamatan Culamega baru dari Tagana. Kemarin dua orang tim kita sudah mulai menyusur dari titik awal ke lokasi dengan berjalan kaki sekitar 15 km," kata Wakil Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya Ayatulloh Romdoni, Rabu (7/11/2018).
 
Ayat menjelaskan, selain diterjang banjir, sejumlah titik di Culamega pun diterjang longsor. Akibatnya, akses untuk kendaraan sangat terbatas, sehingga tim memilih untuk berjalan kaki.
 
Dari data sementara, Desa Bojongsari di Kecamatan Culamega yang terisolir imbas banjir dan longsor. Jumlah keluarga yang terisolir mencapai 113 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 303 jiwa. "Itu terisolir dan jaringan listrik pun mati," katanya.
 
Meski demikian, bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya sudah mulai didistribusikan ke Desa Bojongsari, yang diserahkan petugas dengan berjalan kaki. Rencananya, Rabu ini pihaknya akan mengirimkan bantuan tambahan ke Desa Bojongsari dan desa lainnya di Kecamatan Culamega yang terdampak banjir dan longsor.
 
Karena sulitnya medan yang harus ditempuh ke lokasi longsor, Ayat mengaku jika tenda darurat yang diperlukan warga sulit didistribusikan. Sehingga selain mengirim bantuan berupa makanan, tenda darurat dan terpal pun akan dikirimkan.
 
Untuk membersihkan jalan dari material longsor, Ayat mengaku pihaknya melakukan secara manual karena selain terkendala cuaca, alat berat pun tidak bisa masuk ke lokasi. "Itu pun baru tiga titik dan belum bersih semua karena terkendala alat, yang penting bisa dilalui kendaraan kecil dan motor," tegasnya.
 
Akibat banjir dan longsor di Desa Bojongsari, Ayat mengaku ada dua korban jiwa, yakni seorang anak berusia 8 tahun dan perempuan usia 50 tahun. "Anak itu meninggal karena tertimbun reruntuhan rumah. Sedangkan yang perempuan ditemukan di Cipatujah karena terbawa arus," tambahnya.
 
Dalam evakuasi dan pendistribusian bantuan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya akan dibantu relawan dari sekolah relawan Kabupaten Bandung yang sudah berada di Mako Tagana Kabupaten Bandung sejak kemarin.
 
Selain itu, perwakilan dari Dinsos Jabar pun sudah siap untuk turut serta turun tangan membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan ke desa di Kecamatan Culamega. "Kita akan survei hari ini, kita akan melakukan assessment ke tempat yang belum terakomodasi," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,