153 TKI Bermasalah Kembali Dideportasi dari Malaysia

153 TKI Bermasalah Kembali Dideportasi dari Malaysia

TKI dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Tanjungpinang. (foto - ist)

Tanjung Pinang - Tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah kembali dideportasi dari Malaysia. Kali ini sebanyak 153 TKI bermasalah dipulangkan lewat Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor Malaysia, Kamis (8/11/2018) sore.
 
Setelah melalui masa penahanan di Malaysia, para TKI itu dideportasi secara mandiri oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia secara mandiri. Pemulangan TKI tersebut menggunakan kapal MV Gembira-3, dengan jumlah penumpang 153 orang.
 
Mereka terdiri atas 78 orang laki-laki, 69 orang perempuan dan 6 orang anak-anak. Sebelum dideportasi, para TKI tersebut rata-rata ditahan berbulan-bulan di Malaysia.
 
Menurut pengakuan salah seorang TKI asal Jateng Sri Mulyati, tinggal di Malaysia sejak 2013. Namun, setelah lima tahun mencari nafkah di negeri jiran, ia ditangkap pihak imigrasi Malaysia. Di Malaysia ia bekerja sebagai cleaning service.
 
"Saya ditahan 4 bulan 10 hari. Dideportasi karena tidak ada dokumen resmi bekerja di Malaysia," aku Sri saat dimintai keterangan oleh petugas Imigrasi Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.
 
Sementara Saniah, TKI asal Jabar mengaku ditahan selama 5 bulan karena tidak ada izin resmi tinggal di Malaysia. Ia masuk Malaysia sejak 2015 lalu. Selama di Malaysia, Saniah bekerja di kedai kopi proyek bangunan. "Saya di sana sudah 3,5 tahun setengah kerja di kedai bangunan proyek. Saya ditangkap dan ditahan selama lima bulan," katanya.
 
Sementara itu,  Kepala Pemeriksa Keimigrasian SBP Tanjungpinang Daniel Maxrinto menyatakan, setibanya di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang mereka langsung diperiksa. Para TKI itu rata-rata melanggar aturan izin tinggal di Malaysia sehingga dideportasi. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,