Lingkar Gentong dihantam Longsor Beruntun sejumlah Titik

Lingkar Gentong dihantam Longsor Beruntun sejumlah Titik

Longsor di jalur lingkar Gentong di Kabupaten Tasikmalaya. (foto - @echoerzzz)

Tasikmalaya - Jalur  lingkar  Gentong  Kabupaten  Tasikmalaya  diterjang  longsor  beruntun  menyebabkan  arus lalu lintas yang melintasi jalur itu tersendat. Longsor terjadi di tiga titik di perbatasan Desa Simpang dan Cibahayu Kecamatan Kadipaten.
 
Longsor terbaru terjadi di kawasan Desa Simpang dekat jalur rel kereta api, Senin (12/11/2018)  dinihari. "Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dinihari," kata sejumlah warga setempat. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Gentong sejak Minggu sore.
 
Material tanah, karung dan pagar pembatas jalan ikut terbawa longsoran. Akibatnya, arus kendaraan di jalur searah kawasan Gentong, khususnya dari Bandung menuju Tasikmalaya tersendat karena badan jalan menyempit.
 
Sebagian badan jalan tepat di bibir tebing yang longsor ditutup dengan menggunakan garis polisi. Ketinggian tebing yang longsor tersebut sekitar 10 meter dengan lebar 22 meter.‎ Sebagian lainnya masih bisa dilalui kendaraan dengan laju perlahan.  Warga khawatir dengan kondisi itu, mengingat jalur tersebut terbilang ramai dilalui kendaraan. Apalagi kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi di Gentong menjelang akhir tahun.
 
Longsor juga terjadi di lingkar Gentong lainnya, yakni di Kampung Langkob Desa Cibahayu, pada Sabtu 10 November 2018. Lokasi itu masuk jalur dua arah Gentong. Ketinggian tebing tepi jalan yang longsor sekitar 15 meter dengan lebar 30 meter.‎
 
Sejumlah kendaraan dari kedua arah berlawanan Tasikmalaya - Bandung tampak mengantre bergiliran melintas. Hanya sebagian badan jalan yang bisa dilewati. Untuk menambah lebar jalur, petugas mengeraskan bahu jalan menggunakan material bebatuan agar bisa dilewati kendaraan.
 
Longsor di jalur Gentong juga tampak di Kampung Cingre Desa Cibahayu. Ketinggian titik longsor Cingre mencapai 15 meter dengan lebar 50 meter. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nagreg - Tasikmalaya, Ciamis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Edwin Mochamad menuturkan, tiga titik longsor itu sedang diperbaiki.
 
 
Longsor di tiga titik itu sebenarnya sudah terjadi pada November 2017.  Longsor terbaru terjadi di dua titik lama, yakni area Simpang dan Langkob. Sedangkan lingkar Gentong tengah atau Cingre tidak mengalami longsor susulan. "Ketiganya bukan titik longsor baru dan sudah dalam penanganan," kata Edwin.
 
Sedangkan lokasi longsor terbaru  di Desa Simpang dekat jalur kereta telah dipasangi tiang pancang beton cor selepas longsor awal tahun lalu. Namun, hujan lebat yang terus mengguyur Gentong membuat longsor kembali terjadi meski keseluruhan bored pile telah terpasang.
 
 
Demikian pula dengan longsor di Langkob. Sementara kawasan Cingre telah terpasang 35 bored pile dari keseluruhan 57 titik pemasangan tiang pancang beton itu. Para pekerja telah membersihkan longsoran tiang pancang beton dan tanah. (Jr.)**
.
.

Categories:Daerah,
Tags:,