Selain Sekda, 5 Pejabat Pemkab Tasik Terjerat Kasus Korupsi

Selain Sekda, 5 Pejabat Pemkab Tasik Terjerat Kasus Korupsi

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto ungkap temuan kasus penyelewengan dana hibah bansos Kabupaten Tasikmalaya di Mapolda Jabar, Jumat 16 November 2018. (foto - Humas Polda Jabar)

Bandung - Direktorat  Reserse  Kriminal  Khusus  (Ditreskrimsus)  Polda  Jabar  menerima  laporan  terkait penyelewengan sebesar Rp 3,9 miliar dana hibah, yang berasal dari dana APBD Tasikmalaya tahun anggaran 2017.
 
Diketahui, laporan mengenai tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah dan organisasi kemasyarakatan Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2017 tersebut masuk, pada  tanggal 7 September 2018.
 
Terkait hal itu, jajaran Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil menangkap sejumlah tersangka. Antara lain Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Khodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Kabupaten Tasikmalaya Ade Ruswandi.
 
Selain itu Irban Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, staf Bag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, staf Bag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, seorang wiraswastawan asal Singaparna Mulyana serta petani asal Pancatatengah Setiawan.
 
"Secara keseluruhan ada sembilan tersangka," sebut Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (16/11/2018).
 
Menurutnya, seluruhnya tersangka telah ditahan sejak Kamis 15 November 2018, setelah penyidik menaikkan status mereka dari saksi menjadi tersangka. "Statusnya semua tersangka. Jadi ada enam orang aparatur sipil negara (ASN) dengan kepangkatan berbeda, yang paling tinggi AK sebagai Sekda. Sisanya sipil," kata Agung.
 
Kesembilan orang tersebut dijerat Pasal 2,3 dan 12 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999, tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana dan Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.
 
Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Toyota Kijang, 2 unit sepeda motor, sebidang tanah seluas 83 m2 di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, uang tunai Rp 1,951 miliar dan sejumlah dokumen.
 
Kasus tersebut sudah diserahkan oleh jajaran Polda Jabar kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk memasuki tahap persidangan. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,