9 Tersangka Korupsi Dana Hibah Tasikmalaya Langsung Ditahan

9 Tersangka Korupsi Dana Hibah Tasikmalaya Langsung Ditahan

Sembilan tersangka korupsi dana hibah Pemkab Tasikmalaya langsung ditahan. (foto - ist)

Bandung - Kasus korupsi dana bansos dan hibah Pemkab Tasikmalaya yang melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Abdul Kodir berhasil dibongkar. Sedikitnya sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka langsung ditahan.
 
Abdul Kodir bersama sejumlah pejabat dan PNS Pemkab Tasikmalaya serta warga sipil diduga korupsi yang merugikan negara Rp 3,9 miliar. Kasus korupsi itu terjadi pada tahun 2017, saat bupati Tasikmalaya masih dijabat oleh Uu Ruzhanul Ulum yang kini telah menjadi Wagub Jabar.
 
"Belum mengarah ke sana (Uu Ruzhanul Ulum). Hasil pemeriksaan kita meyakinkan saudara AK (Abdul Kodir) yang menyalahgunakan kewenangan sendiri sebagai penyelenggara pejabat negara," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jumat (16/11/2018).
 
Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi menyatakan dalam kasus itu mens rea atau ada tidaknya niat jahat semua berasal dari Abdul Kodir. Sekda membutuhkan dana sehingga melakukan tindak pidana korupsi.
 
"Intinya sekda membutuhkan dana, kemudian memanggil Kabag Kesra (Kepala Bagian Kesejahteraan Rakuat) karena sedang membutuhkan dana. Kemudian dari Kabag Kesra memanggil ke bawah, stafnya," kata Samudi.
 
Sejauh ini, polisi masih fokus berkoordinasi dengan JPU (jaksa penuntut umum) untuk penyerahan tersangka dan barang bukti. Kasus menyeret Abdul Kodir cs tanpa melibatkan Uu, yang saat itu menjabat bupati Tasikmalaya.
 
Ia menegaskan, Abdul Kodir bertindak sendiri mulai dari memerintahkan mencari lembaga hingga pencairan dana hibah. "Tidak ada instruksi dan tidak ada link dari bupati. Ini berjenjang," tegas Samudi.
 
Proses pencairan itu dilakukan dengan cara lembaga atau yayasan mengajukan proposal. Setelah proposal diajukan ke sekda dan ditandatangani sendiri oleh sekda, dana tersebut keluar.
 
Masing-masing tersangka mendapatkan uang "bancakan" dana hibah tersebut mulai dari Rp 70 juta hingga Rp 1,4 miliar. Abdul Kodir mendapat uang paling besar senilai Rp 1,4 miliar, atau 50 persen dari dana hibah yang dianggarkan untuk lembaga. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,