Bupati Pakpak Bharat Kepala Daerah Terjaring OTT Ke-37

Bupati Pakpak Bharat Kepala Daerah Terjaring OTT Ke-37

Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu digiring ke gedung KPK Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu ditangkap KPK, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Remigo menjadi kepala daerah yang ke-37 yang diamankan OTT KPK.
 
"Betul, ada kepala daerah yang diamankan di Medan dan prosesnya hingga dinihari," kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (18/11/18).  Menurutnya, OTT itu terkait dugaan suap proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat. Dugaan transaksinya mencapai ratusan juta rupiah. Selain Remigo, KPK juga mengamankan 5 orang di Medan dan Jakarta. Kini, 6 orang itu masih berstatus sebagai saksi.
 
Sementara itu, terakhir kali melapor pada 2016, Remigo memiliki harta Rp 54 miliar. Berdasarkan laporan dari situs LHKPN KPK, Remigo terakhir melapor pada 23 Maret 2016. Dari laporan itu total harta Remigo Rp 54.477.973.711.
 
Remigo memiliki terdiri atas harta bergerak dan tak bergerak. Harta tidak bergerak, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pakpak Bharat itu memiliki tanah dan bangunan tersebar di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
 
Antara lain di Deli Serdang, Medan dan Simalungun senilai Rp 52.332.915.000. Sementara harta bergerak Remigo terdiri ata satu unit mobil, logam mulia dan sejumlah harta bergerak lainnya. Nilai harta bergerak bupati yang diusung 8 partai itu sebesar Rp 855 juta.
 
Remigo juga memiliki harta yang terdiri atas surat berharga senilai Rp 1.116.149.753. Tak hanya itu, bupati yang terpilih dalam Pilkada Pakpak Bharat 2015 itu juga memiliki harta berupa giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 173.908.958.
 
Seperti diketahui, penangkapan Remigo lewat OTT KPK terkait dugaan suap proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat. "Ada dugaan suap terkait proyek dinas PU di Pakpak Bharat," kata Febri Diansyah. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,