Pembebasan Visa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Pembebasan Visa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Pembebasan Visa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Ratusan pesawat berbadan lebar mendarat dan terbang di Bandara Ngurah Rai, Bali setiap hari membawa puluhan ribu wisatawan mancanegara untuk berliburan di daerah tujuan wisata Pulau Dewata.
 
Kondisi itu jelas membawa dampak positif terhadap pembangunan dan ekonomi Bali, sekaligus mengangkat taraf hidup masyarakat setempat.
 
Bali yang menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri menyebabkan padatnya turis seiring dengan berbagai ajang pertemuan tingkat nasional dan internasional yang digelar di daerah ini.
 
Adanya usaha pemerintahan baru Joko Widodo membebaskan visa ke Indonesia untuk lima negara dinilai sangat menguntungkan sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali, sebab penerimaan dari sektor perpelancongan tersebut larinya ke pusat.
 
"Pemerintah mempercepat membuka bebas visa, menguntungkan Bali apalagi turis yang bebas visa dari lima negara yang selama ini sebagai pemasok wisatawan terbanyak ke Pulau Dewata," tutur pengamat Pariwisata Bali, Dewa Nyoman Putra.
 
Selain turis Tiongkok dan Jepang, rencana bebas visa yang diberlakukan mulai Desember 2014 juga akan menyusul di awal 2015 dari tiga negara lainnya yakni Korea Selatan, Rusia dan Australia.
 
Semua negara itu masuk dalam sepuluh besar negara pemasok wisatawan ke Bali.
 
Australia misalnya negara pemasok turis terbanyak ke Bali yakni 721.895 orang, yang andilnya tercatat 25,96 persen dari seluruh turis asing ke Bali periode Januari-September 2014 sebanyak 2,7 juta orang.
 
Turis Tiongkok tercatat 445.719 orang yang andilnya 16 persen dari seluruh wisman ke Bali dan jumlah itu bertambah 47,80 persen dari tahun lalu hanya 301.566 orang. Dengan adanya bebas visa itu diharapkan lebih banyak lagi turis datang ke Bali.
 
Demikian pula turis Jepang yang pernah berada di urutan pertama dalam daftar kunjungan turis asing ke Bali kemudian melorot terus sejak peristiwa gempa bumi yang menimpa negeri matahari tersebut tahun 2001.
 
Dengan adanya bebas visa bagi turis Jepang ke Indonesia diharapkan akan bertambah banyak terutama dari kalangan generasi mudanya untuk berlibur ke Bali sambil menikmati olahraga di laut yang menjadi kegemaran anak-anak muda negeri itu.
 
Turis asal Korea juga semakin menggeliat datang ke Bali belakangan ini dan sekarang berada pada urutan keenam negara pemasok wisman ke Bali, setelah Singapura, Malaysia, Australia, Tiongkok dan Jepang.
 
Hanya saja, turis dari Rusia masih dalam jumlah sedikit yang datang ke Bali dan negeri beruang merah itu memiliki potensi besar, karena pelancong negeri itu umumnya berkantong tebal dan royal dalam membelanjakan uangnya selama di Bali.
 
Kedatangan turis Rusia ke Bali menempati urutan ke-14 dengan jumlah 55.545 orang, atau andilnya baru dua persen dan jika pemerintah ingin meraih jumlah masyarakat negeri itu ke Indonesia lebih banyak harus ada penerbangan pergi pulang dari Rusia-Indonesia.
 
Sasar 20 juta Pemerintahan Jokowi berencana menggenjot angka kunjungan wisatawan mancanegara dua kali lipat dari selama ini 10 juta menjadi 20 juta sampai lima tahun mendatang.
 
Pengamat pariwisata lainnya Ida Bagus Surakusuma menegaskan, Arief Yahya yang memperoleh amanat sebagai Menteri Pariwisata Kabinet Kerja 2014-2019 harus mendapat dukungn dari semua pihak agar mampu mengembangkan sektor pariwisata di tanah air.
 
Dengan dukungan semua pihak khususnya seluruh komponen pariwisata dan jajaran Dinas Pariwisata di seluruh Nusantara akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke seluruh daerah tujuan wisata.
 
Untuk itu Menteri Arief harus mendapat masukan dari para pemangku kepentingan atau stakeholder, terutama dari pengelola destinasi favorit dan destinasi yang akan berkembang menjadi gate internasional.
 
Selain itu, dia juga harus aktif mengundang komponen pariwisata untuk memberikan masukan sehingga mampu melakukan sinergisitas dengan pelaku komponen pariwisata untuk bersama-sama melakukan promosi ke pasaran potensial.
 
Pengembangan pariwisata di Indonesia bukan semata-mata hanya di Bali, namun bisa menyebar secara merata di seluruh daerah di Nusantara, sehingga memerlukan dukungan dan kesiapan dari seluruh komponen di daerah khususnya jajaran Dinas Pariwisata di masing-masing daerah.
 
Dengan demikian akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara merata ke seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya ke Bali.
 
Arief Yahya yang lahir di Banyuwangi, 2 Maret 1961 itu sebelumnya menjabat sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia sejak 11 Mei 2012 menggantikan posisi Rinaldi Firmansyah.
 
Ida Bagus Surakusuma yang juga Direktur PT Pacific World Nusantara, menilai sosok Arief Yahya yang dipercaya Pemerintahan Jokowi-JK menjadi menteri pariwisata melalui seleksi dan pertimbangan yang sangat ketat.
 
Untuk itu Menteri Pariwisata yang baru itu harus mempunyai kemampuan dan kemauan dalam meningkatkan kinerja, karena menambah kunjungan wisatawan dari 10 juta menjadi 20 juta dalam lima tahun tidak mudah.
 
Kawasan Eropa Pengamat dan pelaku pariwisata lainnya Made Sudiana berpendapat, Pemerintah selayaknya mulai berfikir untuk memperbanyak penerbangan ke negara kawasan Eropa, agar turis asal negara itu semakin ramai ke Indonesia, khususnya Bali.
 
Masyarakat Eropa memiliki karakter untuk bisa menyaksikan seni budaya dan pemandangan alam berupa sawah bertingkat milik masyarakat petani yang belum ada duanya di belahan dunia.
 
Wisatawan asal Eropa tentu akan semakin ramai ke Pulau Dewata dengan adanya armada penerbangan yang semakin ramai dari Indonesia ke negeri itu pergi-pulang, sekaligus dapat diyakini masyarakat kawasan negara itu akan lebih banyak berliburan ke Pulau Dewata.
 
Perusahaan penerbangan nasional diharapkan semakin banyak melakukan penerbangan dengan melintasi negara-negara Uni Eropa, salah satu kawasan sumber pariwisata dunia, maka masyarakat negeri itu dapat dipastikan akan mengunjungi Pulau Dewata.
 
Karunia Tuhan berupa keindahan alam yang masih alami masih ada di Bali menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi turis, Inggris, Prancis, Belanda dan negara Eropa lainnya baik yang berusia lanjut maupun usia muda.
 
Anak-anak muda asal Belanda misalnya tetap ramai berlibur ke Bali terutama pada musim libur pertengahan tahun, sedangkan wisatawan lanjut usia (lansia) biasanya datang melakukan perjalanan wisata sekitar bulan-bulan di akhir tahun.
 
Masyarakat berusia muda asal Belanda misalnya banyak datang ke Indonesia termasuk ke Bali untuk melakukan perjalanan wisata dengan tujuan utama bernostalgia, mengingat Indonesia termasuk Bali pernah sebagai negara jajahan Belanda.
 
Masalah transportasi udara memegang peranan penting dalam mendatangkan turis asing ke Bali, selain para komponen pariwisata daerah ini harus mengimbangi dengan meningkatkan kualitas pelayanan sejak awal menginjakkan kakinya di Bandara Ngurah Rai. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,