Desakan Mundur Ketua PSSI pun Muncul di Media Asing

Desakan Mundur Ketua PSSI pun Muncul di Media Asing

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. (foto - ist)

Jakarta - Desakan mundur terhadap Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI ternyata tak hanya terdengar dari mulut para penikmat sepakbola tanah air. Namun juga muncul dari sejumlah media asing.
 
Publik kini tak lagi memuja-muja Edy Rahmayadi sebagai penyelamat Indonesia. Tak jarang pendapat yang menyatakanm Edy Rahmayadi justru sebagai sosok yang merusak dunia sepakbola di Indonesia.
 
Hampir di setiap Timnas Indonesia berlaga, selalu muncul teriakan Edy Out dari tribun penonton. Tagar #EdyOut pun ikut meramaikan media sosial. Desakan itu muncul setelah Indonesia takluk 2-4 dari Thailand pada laga lanjutan Grup B Piala AFF 2018 di Rajamangala National Stadium, Sabtu lalu.
 
Bahkan, media luar seperti Fox Sports Asia misalnya, turut menyoroti desakan mundur Edy Rahmayadi, yang kini juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Mereka menjabarkan lima alasan, kenapa sosok berusia 57 tahun itu harus segera mundur.
 
Pertama menyoal penampilan Timnas Indonesia. Sejak diangkat pada 2016, belum ada prestasi yang mampu diukir skuat Garuda. Meski melaju ke final Piala AFF 2016, mereka hanya bisa mengakhiri petualangan sebagai runner-up.
 
Kini, Timnas Indonesia justru terancam tersingkir di fase grup Piala AFF 2018. Itu akibat kekalahan dari Singapura dan Thailand dalam dua laga Grup B. Fox Sports Asia menyoroti kebijakan PSSI yang tetap menggulirkan kompetisi Liga 1 saat Piala AFF 2018.
 
Untuk masalah penjadwalan memang banyak kendalanya. Namun, publik mendesak agar PSSI lebih bisa mengatur agar jadwal tak berbenturan dengan agenda timnas. Hubungan buruk dengan suporter juga menjadi salah satu hal yang disoroti Fox Sports Asia.
 
Sempat beredar sebuah video yang memperlihatkan Edy menampar seorang suporter, saat laga PSMS Medan melawan Persela Lamongan. Namun, Edy membantah bahwa dirinya memberikan sebuah tamparan.
 
Sementara alasan yang paling disoroti masalah rangkap jabatan. Menjabat sebagai Gubernur Sumut dianggap menghalangi Edy untuk fokus sebagai Ketum PSSI. Publik meragukan mantan Pangkostrad itu bisa menjalankan tugas dengan baik, saat harus mengemban dua tugas. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,