Bandung Jadi Tuan Rumah 'Hari Bambu Nasional 2018'

Bandung Jadi Tuan Rumah 'Hari Bambu Nasional 2018'

Konferensi pers 'Bamboo is Wonderful' berlangsung 24 - 26 November 2018 di Kampung Bambu. (foto - ist)

Bandung - Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Bambu Nasional 2018 bertajuk bertajuk "Bamboo is Wonderful" berlangsung 24 - 26 November 2018 di Kampung Bambu.
 
Berdasarkan keterangan Sekjen Perkumpulan Usaha Bambu Indonesia (Perkubi) Dudi Darma Bakti, kegiatan itu dimaksudkan untuk memperkenalkan komoditas bambu. Masyarakat agar dapat mengetahui beragam produk bambu, tidak hanya seputar alat musik tradisional seperti angklung dan suling.
 
"Kami mengadakan Bamboo Challenge untuk mengajarkan anak-anak mengenai bambu dan berbagai kegunaan bambu. Jadi, anak-anak akan bisa lebih menghargai kekayaan alam dan melestarikan lingkungan," katanya, Selasa (20/11/2018).
 
Didukung Kementerian Pariwisata kegiatan Hari Bambu Nasional dan Kampung Bambu dapat menjadi destinasi digital. Oleh karena itu, akan dibangun pula Pasar Kampung Bambu untuk sektor pariwisata, dan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.
 
Menurut Dudi, Pasar Kampung Bambu melibatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang bambu. Selain itu, pengunjung dapat menikmati pertunjukan kesenian tradisional dan panggung budaya. "Kami juga mengajak ibu-ibu PKK setempat. Ada pameran produk dari bambu seperti anyaman sampai bambu laminasi high-tech," katanya.
 
Perayaan Hari Bambu Nasional tersebut akan membangun aula dari bambu, untuk pameran produk arsitektur dan kreatif karya dari mahasiswa Itenas, ISBI, Unpad serta Seni Rupa ITB. "Kehadiran Kampung Bambu demi kepentingan ekosistem, edukasi, ekonomi dan kultur. Program destinasi digital akan terus berlangsung setiap akhir pekan untuk menjaga kesinambungan pariwisata daerah,"tegas Dudi.

Sementara itu, Bendahara Perkubi Dede Sujana menambahkan, komoditas bambu bisa menjadi amenitas pariwisata dan mengembangkan ekonomi kreatif dari bambu. Namun, sayangnya peningkatan penggunaan komoditas bambu belum signifikan.

"Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini kan untuk pendapatan asli daerah (PAD). Kami juga sudah ada obrolan dengan Kementerian Pariwisata dan Wagub Jabar untuk memajukan pelaku usaha bambu dari hulu sampai hilir. Penggunaan teknologi masih minim dibandingkan Cina," ungkapnya.

 
 

Meski begitu, produk bambu lokal dan Nusantara telah mengikuti pameran di luar negeri. "Kami dengan Kadin ikut berpameran skala internasional. Pernah juga diajak oleh Kementerian Perdagangan, dengan harapannya pembelian bambu terus meningkat," tambahnya. (Jr.)*

.

Categories:Bandung,
Tags:,