Program Ngabaso Budayakan Anak Berjalan kaki ke Sekolah

Program Ngabaso Budayakan Anak Berjalan kaki ke Sekolah

Peluncuran program 'Ngabaso' di Hotel Mason Pine Padalarang Kabupaten Bandung Barat. (foto - ist)

Bandung - Gubernur  Jawa  Barat  Ridwan  Kamil  meluncurkan  program  "Ngabaso"  alias  "Ngabring ka Sakola". Ngabaso merupakan gerakan berjalan kaki secara berkelompok menuju atau dari sekolah, dengan menyasar siswa tingkat sekolah dasar.
 
Selain meluncurkan program "Ngabaso", juga dilakukan pembukaan Jambore Forum Anak di Hotel Mason Pine Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/11/2018).
 
"Ada tiga dimensi dari Ngabaso ini. Yakni menumbuhkan partisipasi anak-anak untuk turut ambil peran memecahkan persoalan rute ke dan dari sekolah, secara bersama-sama dengan orangtua," kata  Emil.
 
Dimensi yang kedua, mendorong agar pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap pembangunan rute aman. Juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut melaksanakan perlindungan anak.
 
Khususnya pada kelompok anak-anak yang berjalan kaki menuju dan dari sekolah. "Nantinya kita buatkan aturan, bagi orangtua yang mengantar anaknya ke sekolah jangan sampai di gerbang masuk. Paling tidak, jaraknya dibatasi 50 - 100 meter dari gerbang sekolah," katanya.
 
Emil menjelaskan, dengan memberi ruang bagi anak untuk berjalan kaki ke sekolah meski hanya 50 - 100 meter misalnya, paling tidak bisa membuat anak bergerak. Akibat kurang bergerak memicu terjadinya obesitas pada anak.
 
"Sedangkan obesitas pada anak disebabkan ketidakseimbangan pola makan maupun kurang aktivitas fisik. Obesitas pada anak lebih banyak diderita oleh kelompok usia sekolah," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,