Susi Pudjiastuti Mendadak Jadi Koki Bersama Chef Marinka

Susi Pudjiastuti Mendadak Jadi Koki Bersama Chef Marinka

Peringati Hari Ikan Nasional ke-47 Susi Pudjiastuti masak bersama Chef Marinka dan Chandra di Plaza Timur GBK. (foto - ist)

Jakarta - Memperingati  Hari  Ikan  Nasional  ke-47  pada  setiap  tanggal 21  November,  Menteri Kelautan  dan Perikanan Susi Pudjiastuti didaulat jadi koki dadakan bersama chef Marinka dan chef Chandra di kawasan Plaza Timur Gelora Bung Karno Jakarta.
 
"Saya akan masak sup kakap pindang gunung, karena saya lebih suka masakan yang berkuah. Masakan ini salah satu masakan favorit di rumah ketika keluarga berkumpul," kata Susi, Minggu (25/11/2018).
 
Masakan yang dibuat bersama chef Marinka dan chef Chandra, yakni sop kakap pindang gunung khas Pangandaran. Sop Ikan yang mempunyai bumbu kuning itu biasanya menggunakan ikan kakap merah, tongkol dan gurame yang diracik dengan resep tradisional.
 
Campuran bumbu dalam masakan itu pun sangat mudah untuk didapatkan, yakni menggunakan bahan-bahan dapur. Antara lain jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, daun kedondong muda, honje dan kencur.
 
"Dari bumbu yang ada menciptakan rasa asam, pedas, gurih dan sedikit manis," lanjut Susi Pudjiastuti di sela-sela jadi koki dadakan. Ia pun melakukan kampanye bahayanya limbah plastik yang semakin marak terjadi.
 
Bahkan, ia pun mencontohkannya ke dalam masakan lalu memperagakan dengan memasukkan garam ke dalam masakan tidak mengenakan sarung tangan berbahan plastik. Sambil menunggu masakan matang, Susi mengajak para pengunjung untuk mencicipi masakannya dan menyuapi salah satu pengunjung yang hadir.
 
Dalam acara tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan menyediakan 6.000 pack makanan berjenis ikan, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.
 
Susi Pudjiastuti menjelaskan, ikan mengandung gizi yang bisa membuat masyarakat cerdas. Tahun lalu konsumsi ikan nasional adalah 46 kg per tahun per kapita. Namun tahun ini, Susi ingin konsumsi ikan menjadi 50 kg per tahun per kapita.
 
Susi ingin mengejar konsumsi ikan Indonesia seperti Jepang, yang mengonsumsi ikan 80 kg per tahun per kapita. Masyarakat Jepang cerdas-cerdas karena konsumsi ikannya tinggi. "Kita ingin manusia Indonesia mulai makan ikan untuk mencapai pertumbuhan konsumsi ikan sama dengan Jepang," harapnya.
 
Ia pun mengimbau untuk mengganti konsumsi daging merah dengan ikan, karena ikan lebih murah daripada daging merah. Selain itu, ikan juga lebih sehat dibandingkan daging. "Daging merah kolesterolnya tinggi, sedangkan proteinnya sama. Jadi lebih baik makan ikan daripada makan daging," tegas Susi. (Jr.)**
.

Categories:Kuliner,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait