Merugi, General Motors Tutup 7 Pabrik & Kurangi Karyawan

Merugi, General Motors Tutup 7 Pabrik & Kurangi Karyawan

Lokasi Pabrik General Motors di Oshawa Provinsi Canadian sepi dari aktivitas. (foto - Phys.org)

New York - Produsen  otomotif  General  Motors  (GM)  bakal  menutup  tujuh  pabriknya di  sejumlah negara, menyusul kerugian yang dialami dari hasil penjualan jajaran produknya di pasar global belakangan ini.
 
Bahkan, langkah untuk menghentikan 15 persen karyawannya tak urung akan dilakukan produsen otomotif terbesar di Amerika Serikat itu. Efisiensi yang dilakukan GM di tahun depan juga diklaim sebagai langkah untuk memfokuskan pengembangan produk.
 
Dilansir Paultan, GM akan melakukan investasi dari keputusan efisiensi yang dilakukannya. Hal itu dimaksudkan untuk mengembangkan mobil listrik, sebagai peta persaingan industri automotif di masa datang.
 
Dalam perjalanannya GM menjadi produsen otomotif yang cukup terseok. Tak hanya soal penjualan yang terus menurun, restrukturisasi perusahaan dengan melepas merek Vauxhall dan Opel ke PSA group pun pernah dilakukan. GM juga telah menyerahkan operasi pabriknya di Vietnam kepada Vingroup JSC.
 
Di wilayah Amerika Utara, penjualan GM dilaporkan turun drastis, terutama pada model sedan. Kondisi itu membuat produsen berlogo Bowtie itu akan menghentikan produksi Chevrolet Cruze, Impala, Cadillac CT6, Buick LaCrosse dan Chevrolet Volt hybrid.
 
Selanjutnya, GM akan menutup lima pabrik Amerika Utara pada akhir 2019. Fasilitas perakitan di Detroit, Ohio dan Ontario, Kanada akan pergi bersama dengan pabrik transmisi di Michigan dan Maryland.
 
Sementara dua pabrik tanpa nama di luar Amerika Utara juga akan segera ditutup. Hal itu menyusul pabriknya di Korea setelah perusahaan itu keluar awal tahun ini. GM juga mengurangi 15 persen tenaga kerjanya, yakni sekitar 18.000 pekerja.
 
Perusahaan itu juga akan memangkas 25 persen dari staf eksekutifnya, dalam sebuah langkah yang berpotensi mengurangi biaya hingga £ 3,5 miliar. GM akan lebih menekankan pada platform kendaraan baru, dan investasi masa depan.
 
Hal itu dilakukan untuk lebih fokus pada pengembangan kendaraan listrik-baterai generasi berikutnya. Perusahaan pun telah mengungkapkan rencana untuk mengembangkan sistem Pengisi Cepat Cepat 400 kW, yang memberikan 290 km jangkauan listrik melalui biaya 10 menit. (Jr.)**
.

Categories:Otomotif,
Tags:,