Buenos Aires Dikepung, Ribuan Demonstran Serbu KTT G-20

Buenos Aires Dikepung, Ribuan Demonstran Serbu KTT G-20

Sejumlah perempuan tampil tanpa mengenakan busana memprotes berlangsungnya KTT G-20 di Buenos Aires Argentina. (foto - AAP)

Buenos Aires - Berlangsungnya  Konferensi  Tingkat  Tinggi  (KTT  G - 20)  dikepung  ribuan  demonstran  yang  berbaris  di Buenos Aires Argentina, pada Jumat waktu setempat. Mereka memprotes kebijakan ekonomi G-20, meski tidak bisa mendekati dengan para pemimpin peserta KTT karena ketatnya penjagaan.
 
Dilansir Reuters, Sabtu (1/12/2018) tampak polisi, penjaga pantai dan patroli perbatasan menutup area seluas 12 kilometer persegi (5 mil persegi) di sekitar tepi Sungai Costa Salguero convention center, tempat KTT tersebut berlangsung. Lalu lintas kargo di Sungai La Plata pun ditutup sementara untuk acara itu.
 
Sebagian besar jalanan di Buenos Aires pun ditutup untuk aksi demo itu. Diketahui, kegiatan itu diselenggarakan oleh koalisi serikat pekerja dan kelompok hak asasi manusia. "Kami menentang kebijakan G-20 yang mencabik-cabik dunia. Di Argentina dan seluruh dunia diwarnai kurangnya pendidikan, makanan dan pekerjaan karena kebijakan yang mereka bicarakan," kata pengunjuk rasa Patricia Silvino (54), seorang pekerja pabrik.
 
Sejauh ini, KTT memang berlangsung pada saat yang sulit bagi Argentina. Ekonomi tengah berkontraksi dengan inflasi berjalan sekitar 40 persen sepanjang tahun ini. "Turunkan kapitalisme dan turunkan G-20," demikian teriak Benjamin Grillo (59), seorang guru matematika SMA yang memprotes pemotongan anggaran pendidikan di Argentina.
 
Angkutan umum dihentikan dan ratusan persimpangan diblokir untuk mengendalikan arus lalu lintas dan kerumunan orang. Hari Jumat dinyatakan sebagai hari libur nasional, dan pemerintah pusat Argentina menyarankan agar orang-orang meninggalkan kota untuk acara pertemuan KTT itu.
 
Sejumlah langkah itu menyulitkan aktivis untuk melakukan pawai yang dimulai di jalan utama kota, dan berakhir di gedung DPR. Beberapa kelompok menyewa bus pribadi untuk mendapatkan demonstran dari daerah terpencil yang akan dibawa ke kota. Sementara pemerintah mengatakan, ada 25.000 polisi yang siaga jika terjadi kekerasan.
 
Sementara itu, Presiden Argentina Mauricio Macri yang juga advokat pasar bebas terpilih tahun 2015, menjanjikan untuk meluruskan perekonomian yang terdistorsi. Hal itu karena mata uang peso lokal kehilangan nilai, dan rata-rata orang Argentina kehilangan haknya untuk melakukan pembelian.
 
Seperti diketahui, dalam KTT G-20 itu pemimpin Amerika Serikat, Rusia, Cina dan pemimpin global lainnya berkumpul untuk pertemuan, yang akan membahas sejumlah agenda. Salah satunya perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan Cina. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,